Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Ketua KSPSI Kuningan, Dani Ramdani. (Foto: dok KSPSI)

Headline

KSPSI Soroti Status Hukum Relawan Makan Bergizi Gratis, Antara Pengabdian dan UU Cipta Kerja

KUNINGAN (MASS) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kuningan angkat bicara perihal skema rekrutmen “relawan” dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

KSPSI menyoroti adanya ambiguitas status hukum para relawan yang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama mengenai kesesuaiannya dengan UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.

Ketua KSPSI Kuningan, Dani Ramdani, menekankan bahwa meskipun istilah yang digunakan adalah “relawan”, namun jika dalam praktiknya terdapat unsur upah, perintah, dan pekerjaan, maka hubungan tersebut secara hukum berubah menjadi hubungan kerja.

Berdasarkan analisis KSPSI, terdapat beberapa poin krusial yang harus diperhatikan pemerintah;

Definisi Hubungan Kerja: Merujuk pada Pasal 1 angka 15 UU Ketenagakerjaan (yang dipertahankan dalam UU Ciptaker), hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja yang memenuhi unsur pekerjaan, upah, dan perintah.

Kerangka Perjanjian: KSPSI mendesak agar tenaga lapangan dalam program MBG tidak dibiarkan dalam “ruang hampa hukum”. Jika mereka bekerja secara rutin di dapur SPPG, status mereka seharusnya dikategorikan sebagai pekerja dengan skema PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) sesuai PP No. 35 Tahun 2021.

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) sebenarnya telah mengeluarkan Perpres Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola MBG. Namun, KSPSI menilai aturan turunan mengenai perlindungan tenaga kerja masih perlu dipertegas.

“Kami mengapresiasi langkah BGN yang mulai mendaftarkan relawan ke BPJS Ketenagakerjaan untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), Meskipun di kabupaten kuningan masih banyak dapur – dapur MBG yang masih belum mendaftarkan relawanya ke BPJS Ketenagakerjaan.” ujar Ketua KSPSI dalam pernyataan resminya.

KSPSI juga mencatat, bahwa tanpa status pekerja yang jelas sesuai UU Ciptaker, relawan berisiko kehilangan hak atas:

  • Upah Lembur jika bekerja melebihi waktu operasional dapur.
  • Pesangon atau Uang Kompensasi saat masa tugas di SPPG berakhir.
  • Kepastian Kelangsungan Kerja, karena status relawan cenderung bersifat partisipatif dan bisa diputus sewaktu-waktu.

KSPSI mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan regulasi teknis yang memastikan bahwa relawan MBG yang memiliki beban kerja penuh (full-time) diakui sebagai pekerja formal. Hal ini bertujuan agar program strategis nasional ini tidak hanya sukses secara gizi, tetapi juga sukses dalam menciptakan lapangan kerja yang layak (decent work) sesuai mandat konstitusi.

“Kami siap berkolaborasi dengan semua perusahaan yang ada di Kabupaten Kuningan dan kami  membuka ruang bagi para pekerja yang ingin bergabung menjadi anggota demi keberlanjutan serta memberikan jaminan bagi para pekerja,” ujarnya. (eki)

Advertisement

Berita Terbaru

You May Also Like

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah RI secara resmi mengintruksikan ASN untuk bekerja WFH selama sehari dalam sepekan, yakni hari Jumat. Bahkan, swasta juga dianjurkan ada...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Setelah sebelumnya santer wacana penyesuaian harga BBM, dimana hal itu cukup logis mengingat eskalasi di Timur Tengah meningkat hingga jalur minyak...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna, memastikan bahwa pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan (JLTS) tidak...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Rencana pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan (JLTS) yang membentang dari Kertawangunan menuju Kadugede, minta ditinjau ulang. Pasalnya, masih ada beberapa ruas...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung aktivitas positif generasi muda. Salah satunya melalui perhatian dan dukungan terhadap kegiatan kepemudaan...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Carut marut tentang proyek PJU (Penerangan Jalan Umum) Kuningan caang sampai saat ini belum mendapatkan titik terang, apa sebenarnya yang terjadi?...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Ketua Umum IMK Wilayah Cirebon Wirya Nur Fatahurrizqi menanggapi kasus sampah yang kian menggunung. Ia menyebutkan angka 315 ton per hari...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Hari-hari ini, isu mengenai kesehatan mental semakin banyak diperbincangkan oleh masyarakat, terutama di kalangan pemuda. Fenomena ini dapat dipandang sebagai indikator...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pertanian di Kabupaten Kuningan menutup bulan Maret tahun 2026 dengan capaian trengginas. Pasalnya, saat sejumlah sentra padi utama di wilayah pantai...

Bisnis

KUNINGAN (MASS) – Komite Tetap (Komtap) Bidang Hukum, Etika Usaha, dan Pendidikan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Kuningan Nurdiansyah Rifatullah menyoroti proses pembebasan...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Pembangunan jalan baru Lingkar Selatan di Kabupaten Kuningan akan berdampak pada delapan desa yang dilalui proyek. Hal itu disampaikan oleh Kepala...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Meski di momen Lebaran tahun ini mengalami penurunan pengunjung ke tempat-tempat wisata yang dikelola, Perumda Aneka Usaha (AU) Kuningan mengklaim justru...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Banjir akibat luapan Sungai Cisanggarung di Desa Kadugede pada akhir pekan kemarin, Sabtu (28/3/2026), merendam hunian warga serta dapur MBG yang...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Upaya menjaga stabilitas harga gabah sekaligus mendukung swasembada pangan terus dilakukan melalui pendampingan di tingkat petani. Seperti yang berlangsung di Blok...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Pasca momen libur Hari Raya Idul Fitri alias Lebaran, nampak harga-harga bahan pangan mulai menurun, Senin (30/3/2026). Bahan pangan yang sempat...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Pada Sabtu (28/3/2026) kemarin, terjadi longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) di Dusun Segog RT 011 RW 003 Desa Karangsari Kecamatan Darma....

Headline

KUNINGAN (MASS) – Jalan Lingkar Timur (JLT) atau yang kini disebut Jalan Eyang Kyai Hasan Maolani (Sampora – Ancaran), nantinya bakal terhubung hingga ke...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Desa Tundagan, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan pada Sabtu sore (28/3/2026), mengakibatkan terjadinya longsor di sejumlah...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Akses jalan di jalur Kadugede-Bayuning, Kabupaten Kuningan, sempat tertutup sementara akibat pohon tumbang, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa terjadi...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Pohon mahoni setinggi sekitar 20 meter tumbang dan menutup akses jalan di kawasan dekat Hotel Purnama Mulia, Jalan Raya Cigugur, Kecamatan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pada Sabtu (28/3/2026) kemarin, hujan deras yang menimpa wilayah Kabupaten Kuningan berdampak pada Jembatan Cijemit Kecamatan Ciniru, yang tengah direhab,. Progres...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan mempertimbangkan opsi untuk memberlakukan Work From Home alias WFH seperti di tempat lain, imbas konflik Iran vs AS-Israel...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Ratusan warga Desa Karamatwangi, Kecamatan Garawangi, ikut meramaikan kegiatan gerak jalan santai meriah pasca Lebaran yang digelar Rabu (24/3/2026). Acara yang...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningant menegaskan pentingnya penguatan integritas, kebersamaan, dan nilai spiritual aparatur dalam mendukung ketahanan pangan....

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Kecamatan Cibingbin merupakan wilayah terluas diantara kecamatan-kecamatan lain yang ada di Kabupaten Kuningan dengan luasan yang mencakup sekitar 6.972,51 Ha. Sementara,...

Regional

KUNINGAN (MASS) – Jika selama setahun para santri belajar dan beraktivitas di pondok, maka libur Lebaran ini dimanfaatkan untuk refreshing alias berlibur. Seperti yang...