Longsor Selajambe-Subang, Warga Diimbau Waspada

KUNINGAN (Mass) – Musibah tanah longsor yang menimpa wilayah Selajambe dan Subang Kabupaten Kuningan mengakibatkan kerusakan materiil yang cukup parah. Pasalnya, sejumlah rumah bahkan nyaris terseret longsoran tanah dan mengakibatkan puluhan rumah lainnya terancam terkena longsoran tanah.

Akibat kejadian itu, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan dibantu warga serta petugas gabungan terjun ke lokasi longsor. Warga juga dihimbau untuk mewaspadai terjadinya longsor susulan, karena terdapat sejumlah titik yang masih rentan rawan longsor.

“Iya kita sudah sudah mengirimkan tim assessment ke dua lokasi bencana untuk melakukan pendataan kerusakan dan kebutuhan logistik, sebagai upaya tindakan penanganan darurat bencana. Kami meminta warga untuk waspada,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Agus Mauludin kepada awak media kemarin, Jumat (9/9).

Selain itu, pihaknya juga mempersiapkan sejumlah logistik untuk dikirim ke lokasi bencana berupa agar bisa melakukan pembersihan sisa-sisa materiil tanah longsor, dan puluhan karung sebagai antisipasi pembuatan terasering antisipasi longsong susulan.

“Ada beberapa titik yang terkena longsoran di sekitar pemukiman warga, namun tidak ada yang tertimbun hanya terancam saja. Karena, bagian depan rumah tanahnya amblas terseret longsoran tanah,” ucapnya.

Dari data yang diperoleh tim BPBD Kuningan, musibah tanah longsor di Desa Kutawaringin Kecamatan Selajambe terjadi sekitar pukul 03.00 WIB yang menyebabkan tiga rumah terkena longsor dan tiga rumah terancam longsor. Sedangkan di Desa Subang Kecamatan Subang, tanah longsor terjadi sekitar pukul 03.30 WIB berupa tebing setinggi 20 meter amblas hingga menutup akses jalan menuju objek wisata Cipanas yakni antara penghubung Dusun Kliwon dengan Dusun Manis, sekaligus mengancam puluhan rumah warga di bawahnya.

Tak hanya itu rumah warga, adapula bangunan Pondok Pesantren Hidayatul Tolibin, Sekretariat Gapoktan Kutajaya juga ikut terancam longsor, irigasi Burujul tertimbun.(andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com