“Kami Tidak Ingin Diganggu oleh Angkutan yang Tidak Resmi”

KUNINGAN (MASS)- Adanya perselisihan antara angkot dan taksi online ditanggapi oleh Wakil Ketua DPC Organda Kuningan Toto Krismadianto . Menurut pria yang dipanggil Toto Tipung pemicu semua ini adalah angkutan tidak resmi.

“Kalau mereka tidak beroperasi saya yakin tidak akan ada kejadian pengrusakan dan aksi demo.  Saya sadar apa yang dilakukan oleh para supir angkot itu wajar karena usaha mereka diganggu oleh yang tidak resmi,” jelas Toto, Jumat (23/3/2018) malam.

Ia mengatakan, permintaan supir angkot hanya satu yakni mereka tidak ingin diganggu oleh angkutan yang tidak resmi. Taksi online itu tidak resmi sedangkan angkot sudah resmi dan sudah teruji sejak puluhan tahun.

“Angkot itu ibarat lebah kalau ada yang menggangu oleh lebah lain maka akan menyerang,” tandasnya.

Mengenai aksi supir angkut yang menjebak supir taksi online menurutnya adalah langkah cerdas. Taksi online itu sudah berani bertindak padahal aturannya belum ada dan tentu hal ini melukai hati supir angkot.

“Supri angkot harus gabung ke Organda, harus uji kir dan juga SIM-nya pun beda. Eh mereka mau semauanya tentu salah,” jelasnya.

Toto mengaku mengenai izin taksi online yang berjumlah 36 dari total 106 armada terlalu dipaksakan. Ia menduga ada permainan dibalik ini, terlebih pejabat dishub dekat dengan pengurus taksi online yang berada di wilayah Cigugur.

“Saya heran belum ada aturan kok mereka sudah berani beroperasi dan oleh pemerintah diizinkan. Ini lucu, yang ilegal bisa beroperasi ditengah yang resmi,” ujarnya.

Sekali lagi ingin menerangkan, situasi akan kondusif asalkan taksi online tidak beroperasi. Kuningan kota kecil dan belum saatnya taksi online beroperasi.

“Sebenarnya bukan karena takut oleh taksi online karena supir sudah yakin ketika keluar rumah dan membawa mobil maka akan mendapatkan rejeki. Perbandingan 36 dengan ribuan angkot itu tidak sebanding. Judtru yang membuat angkot murka adalah angkutan tidak resmi dibiarkan beroperasi,” pungkasnya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com