KUNINGAN(MASS) – Mimpi Timnas Indonesia U17 untuk kembali berlaga di panggung tertinggi sepak bola dunia harus terkubur. Kepastian ini didapat setelah skuad Garuda Muda menelan kekalahan pahit dari raksasa Asia, Jepang, dengan skor akhir 3-1 pada laga pamungkas yang digelar di Stadion King Abdullah Sports, Selasa (12/5/2026).
Pertandingan semalam menjadi bukti nyata adanya jurang perbedaan kualitas yang cukup lebar antara kedua tim. Sejak peluit pertama dibunyikan, Jepang langsung mengambil alih kendali permainan. Dominasi tim Samurai Biru timnas Indonesia kesulitan untuk mengembangkan pola serangan.
Meski para pemain muda Indonesia telah berjuang mati-matian, pertahanan mereka akhirnya jebol juga. Jepang menunjukkan kelasnya dengan permainan taktis dan penyelesaian akhir yang klinis. Skor 3-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang akhir pertandingan.
Hasil ini membawa kekecewaan mendalam bagi para pecinta sepak bola tanah air. Pasalnya, kegagalan ini membuat Indonesia tidak mampu mengamankan tiket ke Piala Dunia U17 2026.
Menanggapi hasil minor ini, pengamat sepak bola asal Kuningan, Wanirong, angkat bicara. Ia menyebut pencapaian tahun ini sebagai sebuah kemunduran bagi prestasi sepak bola usia muda Indonesia. Menurutnya, ada penurunan performa yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan prestasi gemilang yang diraih skuad Garuda Muda pada tahun sebelumnya.
“Ini jelas sebuah langkah mundur. Kita harus ingat bahwa pada edisi Piala Asia U17 AFC 2025 lalu, Timnas Indonesia U17 mampu tampil luar biasa dengan keluar sebagai juara grup. Saat itu, kita berhasil menembus perempat final dan mengunci tiket otomatis ke Piala Dunia U17 2025,” ujarnya. (raqib)