KUNINGAN (MASS) – Perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia industri menuntut tenaga pendidik untuk terus beradaptasi. Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Menyikapi tantangan tersebut, SMK Auto Matsuda menggelar workshop bertema “Pembelajaran Mendalam Berbasis Job Sheet” pada Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan dan kebutuhan industri.
Kepala SMK Auto Matsuda, Abdul Muhyi, menuturkan perubahan paradigma pendidikan mengharuskan guru untuk terus memperbarui pengetahuan dan kemampuan profesionalnya.
Menurutnya, guru saat ini tidak lagi menjadi satu-satunya pusat pembelajaran, melainkan berperan sebagai fasilitator dan pendamping yang membantu peserta didik mengembangkan potensi serta kemampuan mereka.
“Guru harus terus memperbarui pengetahuan dan kompetensinya. Paradigma pembelajaran saat ini sudah berubah. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya pusat pembelajaran, melainkan lebih berperan sebagai fasilitator dan pendamping bagi peserta didik,” ujar Abdul.
Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan personal dalam mendampingi siswa SMK. Sebab, menghadapi peserta didik di tengah dinamika perkembangan zaman membutuhkan tanggung jawab, keteladanan, serta kepedulian yang lebih mendalam.
Selain itu, guru diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik dengan orang tua agar perkembangan dan berbagai kebutuhan peserta didik dapat dipantau secara bersama-sama.
Ia menambahkan, pembelajaran di SMK perlu semakin diarahkan pada pendekatan berbasis proyek (project-based learning), praktik langsung, serta penguatan keterkaitan antara sekolah dan dunia industri melalui konsep link and match.
Dengan demikian, lulusan SMK tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga keterampilan teknis, profesionalisme, dan karakter yang dibutuhkan di lingkungan kerja.
Sementara itu, Pengawas Pembina SMK, Iseu Triasa MPd yang menjadi pemateri dalam workshop tersebut, menilai peningkatan kompetensi guru merupakan kebutuhan yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
Ia mengingatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kurikulum pendidikan kejuruan terus mengalami perubahan. Karena itu, guru harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan metode pembelajaran.
“Perkembangan ilmu pengetahuan dan kurikulum SMK terus mengalami pembaruan. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat diperlukan sebagai ruang untuk berbagi informasi, memperkaya wawasan, sekaligus mempraktikkan berbagai pendekatan pembelajaran yang relevan,” jelas Iseu.
Iseu juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, guru perlu melek teknologi dan mampu memanfaatkan berbagai platform digital untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, kreatif, serta berpusat pada peserta didik.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus Ketua Panitia, Sugianda, menjelaskan workshop tersebut merupakan bagian dari program kerja bidang kurikulum dan tindak lanjut kegiatan In House Training (IHT) yang sebelumnya telah dilaksanakan.
Berbeda dengan kegiatan sebelumnya, workshop kali ini lebih diarahkan pada diskusi, pendalaman materi, serta evaluasi modul pembelajaran yang telah diterapkan oleh para guru.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari kontroling agar seluruh guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang terus berkembang. Jadi, bukan hanya memahami konsep, tetapi juga mengevaluasi penerapannya dalam proses belajar mengajar,” katanya.
Ia berharap workshop tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap perubahan pola pikir, kreativitas, dan kualitas pembelajaran di lingkungan SMK Auto Matsuda. (didin)
