Penumpang Angkot Ngadu ke Bupati

KUNINGAN (MASS)- Kehadiran satu unit Bus Sekolah yang diterima Pemerintah Kabupaten Kuningan dari Kementrian Perhubungan RI menandapat tanggapan dari para supir angkot. Informasi ini didengar langsung oleh seorang penumpang bernama Suryo.

Warga Perum Kasturi Perdana itu langsung melaporkan terkait keluhan ini kepada Bupati Acep Purnama dan Kadishub Kuningan dr Deni Hamdani. Dan Suryo diterima Bupati di ruang kerjanya, Senin (28/1/2019).

“Bus sekolah tersebut bukan digunakan mengangkut pelajar tiap hari ke sekolah. Bus sekolah ini tidak akan digunakan untuk operasional angkutan sekolah pada jalur-jalur angkutan umum,” ujar Acep.

Menurutnya, ada beberapa kriteria yang akan dipakai untuk operasional bus sekolah tidak mungkin gegabah mengoprasionalkannya. Bus ini tidak dipergunakan untuk mentake over jalur trayek angkutan umum.

“Kita tidak akan mengganggu mereka. Untuk itu kepada para supir angkot, Bupati mengatakan untuk tidak khwatir terhadap keberadaan Bus Sekolah ini, tidak akan mengganggu keberadaan angko,” ujarnya.

Bus sekolah ini jelas Bupati Kuningan, bisa dipergunakan ketika mengantar pelajar  untuk mengikuti suatu perlombaan diluar kota seperti olimpiade maupun olah raga dan lainnya. Oprasional bus ini betul-betul dipergunakan dalam menunjang Kuningan sebagai upaya menuju kabupaten pendidikan.

“Bahkan keberadaan Bus ini bisa dijadikan rintisan bagi jalur sekolah yang belum ada angkot. Kalau sudah berjalan kita pelan-pelan mundur untuk dipergunakan oleh angkutan umum,” beber Acep.

Tapi jalur tersebut juga lanjut Acep, dengan memperhatikan luas jalan dan medannya. Namun pihak kami untuk pengoperasian Bus ini akan dibuatkan juga payung hukumnya agar aman nyaman dan tidak disalahgunakan.

Untuk penyimpanan mobil tersebut kata Bupati Kuningan, berada di Dishub Kuningan. Untuk penggunaannya setiap sekolah baik negeri maupun swasta berhak untuk memakai Bus tersebut untuk keperluan sekolah, tentunya dengan mengikuti prosedur yang disampaikan ke Dishub Kuningan.

“Bus ini merupakan salah satu fasilitas bagaimana pemerintah memberikan pelayanan kepada sekolah untuk meningkatkan pendidikan sebagai upaya menuju Kuningan sebagai kabupaten pendidikan,”ungkap Acep yang diamani oleh Deni. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com