Kuota Gas Melon Kuningan Ditambah 50 Persen

KUNINGAN (Mass) – Untuk mengantisipasi keterlambatan distribusi LPG 3 kilogram di wilayah Kuningan, pihak Pertamina menambah dan mengalokasikan kuota gas melon sebanyak 50 persen. Antisipasi ini juga sebagai langkah dalam mengatasi kelangkaan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, sekaligus mengontrol harga di tingkat konsumen yang sempat tidak terkendali.

“Jadi, pihak Pertamina pada Sabtu kemarin menambah dan mengalokasikan kuota Gas LPG 3 kilogram sebanyak 50 persen, dengan harga sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi). Penambahan ini difokuskan di tiga titik yang selama ini diindikasikan mengalami kelangkaan seperti Kuningan, Ciwaru, Darma, serta Kuningan wilayah selatan,” ungkap Kabag Ekonomi Setda Kuningan Trisman Supriatna MPd kepada kuninganmass.com saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (19/9).

Adanya penambahan kuota gas melon itu kata Trisman, maka jumlah alokasi Kabupaten Kuningan sampai dengan saat ini sudah mencapai 300 persen. Diharapkan, kedepan tidak ada lagi keterlambatan distribusi gas melon kepada warga masyarkat.

“Mudah-mudahan di Kabupaten Kuningan tidak akan terjadi lagi keterlambatan distribusi, yang berdampak kepada kelangkaan dan kenaikan harga yang tidak wajar. Sebab, LPG 3 kilogram ini diperuntukan bagi masyarakat miskin dan IKM,” katanya.

Lebih jauh, Trisman menuturkan bahwa, bagi kalangan warga masyarakat yang berpenghasilan menengah, Pertamina juga telah mengeluarkan LPG 5,5 kilogram dengan harga awal Rp350 Ribu per tabung dengan isinya. “Untuk harga refilnya sendiri itu sebesar Rp65 Ribu,” kata Trisman menambahkan.

Ketika ditanya apakah akan ada razia ke sejumlah tempat yang diduga melakukan penimbunan gas melon, pihaknya mengaku akan melakukan upaya tersebut jika kondisinya masih dianggap terjadi kelangkaan gas. “Razia nanti, kalau kondisi masih dianggap langka,” tukasnya.

Lalu mengenai pemberian kartu kendali yang akan dilakukan di beberapa daerah, pemerintah Kuningan sendiri sejauh ini belum bisa diterapkan di Kuningan. Sebab, Trisman yakin kebutuhan 40 LO per hari biasa memenuhi kebutuan warga ditambah ada LPG 5,5 kilogram atau bright gas.

“Sebenarnya kalau warga yang mampu membeli gas non subsidi, maka tidak akan pernah kesulitan gas,” pungkasnya.(andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com