Kasus Positif Covid-19 Sudah Capai 35 Orang, Pegawai Lapas Dirapid

KUNINGAN (MASS)- Terus meningkatnya kasus posistif covid-19 hasil swab massal di Kabupaten Kuningan, menjadi perhatian pihak Lapas Kuningan, terlebih saat ini sudah ada 35 kasus positif corona.

Untuk itu, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan, Senin (13/7/2020)  melakukan rapid test tahap pertama kepada seluruh pegawai. Total ada 50 pegawai lapas.

Kegiatan rapid hasil kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan. Tampak  Satu persatu pegawai mengikuti prosedur rapid yang berlangsung di ruang tertutup bengkel kerja Lapas.

Seluruh pegawai menjalani rapid sebagai langkah antisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan Lapas.

Pencegahan penularan virus corona ke warga binaan menjadi perhatian serius Lapas Kuningan, sehingga pencegahan virus masuk lebih diutamakan, khususnya dari petugas yang masih keluar masuk lingkungan Lapas.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Kuningan, Gumilar Budirahayu, menyebutkan rapid test merupakan kegiatan ekstraordinary dan diprioritaskan.

“Kami menganggap ini penting dan harus dilakukan sebagai ekstraordinary yang harus kita skala prioritaskan. Kita tidak ingin terjadi penyebaran atau klaster baru dan jangan sampai terjadi,” sebutnya.

Selain melakukan rapid kepada pegawai, upaya Lapas mencegah penularan covid-19 ialah dengan masih meniadakan kunjungan kepada warga binaan yang telah berlangsung selama pandemi .

Meski demikian, penerimaan paket barang untuk penghuni Lapas tetap dibuka serta penyediaan kunjungan secara video call.

Sekadar informasi Rapid Test sendiri merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona.


Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus corona. Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona.


Prosedur pemeriksaan Rapid Test dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat Rapid Test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama.

Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya. Hasil rapid test positif menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona.

Dari rapid tersebut didapatkan hasil yaitu non reaktif alias negatif bagi seluruh sampel yang diambil pada pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan.

Dengan didapatkan hasil ini, Gumilar tetap menghimbau kepada jajarannya agar tetap selalu menjaga kesehatan, selalu berhati-hati dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (agus)