Gunakan Piting Listrik, 35 Siswa SD Teler

KUNINGAN (MASS)- Bandan Narkotika Nasional Kabupaten Kuningan mengungkapkan fakta mengejutkan, bukan terkait Kuningan menjadi nomor dua sebagai tempat peredaran narkoba di Jabar. Tapi juga korban sudah sampai ke siswa SD.

“Kami menemukan kasus pada tahun 2018 ada 35 siswa yang teler di Desa Peusing Kecamatan Jalaksana,” ujar Kepala BNNK Kuningan Edi Heryadi Msi, Rabu (6/2/2019).

baca juga https://kuninganmass.com/government/sarat-prestasi-tapi-peredaran-narkoba-nomor-2-di-jabar/

Mereka teler menggunakan piting listrik yang didalamnya dimasukan kapas yang sudah digunakan cairan kayu putih. Setelah itu dari bagian bawah dibakar dan mereka bergantian mengisap api yang keluar celah piting listrik.

“Mereka itu ngefly dan tentu ini sangat menghawatirkan. Mereka tidak mungkin punya ide sendiri kalau tidak ada yang mengarahkan,” lanjut dia.

Pihak BNNK kata Edi, belum mengetahui ada kandungan apa sehingga mereka teler semua. Masalah ini sudah dilaporkan ke Balai Besar Lido untuk cek di lab.

Hingga saat ini belum ada laporan terkait kandungannya. Namun, kemungkinan besar ada campuran lain yang digunakan dan saat ini terus diteliti.

baca juga https://kuninganmass.com/government/narkoba-beredar-di-30-kecamatan-berikut-daftar-desa-kelurahannya/

Bukan hanya piting listrik, di masyarakat pinggiran saat ini tengah ngetren minuman ringan merek tropedo dicampur dengan komik dan napasin. Mereka bisa “mabok” murah meriah.

“Yang harus diwaspadai adalah wilayah pedesan. Pasalnya, menjadi sasaran dan penyelundupan narkorba dan perlu dicatat bandar terus berinovasi dan melakukan regenerasi,” pungkasnya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com