Gempa Pangandaran Tercatat, Erupsi Tangkuban Parahu Justru Tidak

KUNINGAN (MASS)- Kejadian erupsi gunung Tangkuban Parahu menjadi perhatian warga di Kabupaten Kuningan. Setiap ada gunung yang meletus pertanyaan dari warga selalu sama, bagaimana kondisi gunung Ciremai?

Petugas Pos Pengamatan Gunung Ciremai Jajat Sudrajat menerangkan, karena dapur magma setiap gunung berbeda, sehingga tidak ada perngaruhnya sama sekali terhadap kondisi gunung. Hingga saat ini gunung Ciremai level 1 alias aktif normal.

“Tidak ada apa-apa dengan Ciremai. Siesmograf tidak mencatat geteran Tanggupan Parahu. Justru yang tercatat adalah gempa di Pangandaran dan Banjar,” jelas Jajat, Sabtu (27/7/2019) siang,

Ia menjelaskan setiap gempa tektonik akan terditeksi oleh siesmograf. Gempa tektonik juga bisa menyebabkan gempa vulkanik dan kejadian ini pernah terjadi di Ciremai pada tahun 2013.

Mengenai getaran di gunung Ciremai lanjut dia, selalu terjadi dan itu normal untuk jenis gunung berapi. Ciremai juga selalu ada getaran terkadang dalam sehari ada tiga kali, terkadang tidak ada sama sekali.

“Karena normal maka kertas untuk mencetak hasil diteksi gunung biasanya 12 jam sekali. Apabila gunung terjadi erupsi maka seismograf mencacat lebih banyak lagi,” jelasnya.

Sekedar catatan Ciremai merupakan gunung yang masuk ke jajaran 127 gunung berapi yang ada di Indonesia.  Selain pada tahun 1938, ternyata  pada tahun 2013 pernah terjadi getaran. Namun, getaran itu disebabkan oleh gempa tektonik lokal yang membuat Ciremai terbangun.(agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com