Bupati Acep Lapor ke Gubernur Jumlah ODP 50 Ribu

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan H Acep Purnama MH kepada Gubernur Jabar Ridwan Kamil melaporkan jumlah perantau Kuningan yang mudik adalah 50 ribu dan mereka terdata dari lima pintu masuk.

Laporan itu disampaikan pada acara Video Conference (Vicon), dengan gubernur Senin (30/03/2020) di ruang Command Centre Setda Kabupaten Kuningan.

“Dari data pemantauan yang ada dan sudah kami lakukan di lima tempat pintu masuk Kuningan kurang lebih sudah 50 ribu Pak Gubernur perantau mudik dan sudah ditetapkan sebagai kategori ODP,” jelas Bupati Acep.

Dari total ODP,  Acep menyebutkan 4 orang termasuk kategori PDP, 1 positif aktif yang sampai saat ini kondisinya semakin membaik. Terkait dengan sarana prasaran medis yakni Alat Pelindung Diri (APD), untuk Kabupaten Kuningan masih kekurangan, karena baru memiliki sekitar seribu APD.

Usai vicon bersama Sekda Dian Rachmat Yanuar, Asda I, Plt Kadinkes  dr Susi Lusiyanti dan Kepala Pelaksana BPBD Agus Mauludin, bupati meminta kepada para perantau untuk mengikuti karantina selama 14 hari di rumah dan semua akan diawasi.

“Sekali jangan ada kesalah pahaman karena ini demi kebaikan. Pokoknya yang merasa dari daerah zona merah harus dikarantina selama 14 hari,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan informasi perkembangan serta penanganan Covid-19 atau Virus Corona, Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil, menyampaikan arahan kepada Bupati Kuningan, H Acep Purnama. Dalam arahannnya, Ridwan Kamil menyampaikan, agar pemerintah daerah segera melakukan perekrutan relawan tenaga kesehatan penanganan Covid-19 baik medis maupun non medis.

Dimana relawan tersebut, dijelaskan Gubernur, akan bertugas dalam membantu sosialisasi Social Distancing kepada masyarakat, memverifikasi data penerima bantuan tunai dan sembako.

“Kemudian arahan kedua, jalankan sistem deteksi dengan maksimal. Jadi para kepala daerah dengan kepolisian mendampingi dinkes untuk melacak mereka-mereka yang wajib ikut tes covid. Ketiga, tolong pengetesan dimaksimalkan. Saya sudah dapat laporan bahwa 22 ribu rapid test sudah dikirimkan kepada kepala daerah, kepada rumah sakit-rumah sakit, tolong di cek jangan sampai ada yang nganggur,” jelasnya.

Selanjutnya Gubernur juga menyampaikan, untuk menyiapkan gedung-gedung pemerintah, wisma pelatihan atau properti masyarakat yang bisa dipersiapkan untuk emergency termasuk lokasi pemakaman khusus wabah Virus Corona. Para kepala daerah juga, diminta Gubernur, untuk segera menyusun dan mengumumkan dengan jelas terkait rencana proses karantina ODP, PDP dan penerapan Social Distancing ditingkat wilayah.

“Kemudian berikutnya adalah, fokuskan ulang, berdayakan dan gunakan seluruh sumber daya aparatur maupun keuangan untuk menekan dan mengendalikan wabah Covid-19. Terakhir Presiden mengizinkan ada karantina wilayah parsial, jadi levelnya menutup komplek boleh, menutup desa/kelurahan boleh, menutup kecamatan boleh, tapi tidak menutup Kota/Kabupaten. Penutupan wilayah karantina level Kota/Kabupaten dan provinsi harus ada izin dari Presiden,” paparnya.

Terkait dengan Update data Covid-19, Gubernur menyampaikan, sampai dengan saat ini berdasarkan hasil Rapid Test yang dilakukan, terdapat 300 orang positif Corona di Jawa Barat. ke 300 orang tersebut, sambung Gubernur, akan di tes ulang oleh Swab VCR untuk mendapat kepastiannya. (agus)