Ada Operasi Bibir Sumbing, Bupati Sebut Hadiah Harjad Kuningan

KUNINGAN (MASS) – Baksos RSU Aria Kamuning yakni operasi bibir sumbing dan celah langit-langit dibuka oleh Bupati Kuningan H H Acep Purnama.

Baksos ini memperingati HUT RI ke-75. Total ada 25 anak yang dioperasi pada Sabtu (29/8/2020).

Awalnya operasi akan dilakukan selama dua hari. Namun, karena masa pandemi, maka gelombang kedua akan dilakukan pada dua minggu kedepan.

“Yang daftar itu ada 55 orang, ternyata yang daftar ulang sebanyak 49 orang,”  sebut  Tim Operasi Bibir Sumbing dr Regent yang didampingi Manager Marketing Hj Tuti Nursari. 

Dari jumlah itu yang lolos medical check up hanya 43 orang. Hal itu karena belum cukup umur dan juga ada anak yang sakit.

Kegiatan hasil kerjasama dengan dokter  Bedah Plastik RSHS Bandung, Smile Train, Fakultas Kedokteran Unpad. Pihak RS ingin target pada tahun 2020 Kuningan bebas bibir sumbing tercapai.

“Semua gratis untuk warga dan ternyata bukan hanya dari Kuningan tapi juga dari wilayah 3 Cirebon serta dari priangan,” jelasnya.

Sementara itu  Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH mengaku, kegiatan ini merupakan kado bagi Kuningan yang tengah berulang tahun atau Harjad ke 522 pada tanggal 1 September.

“Ini hadiah Harjad Kuningan, maka kami  menyambut dengan baik kegiatan bakti sosial ini yang dapat meringankan beban masyarakat Kuningan terutama bagi anak-anak penderita bibir sumbing,” jelasnya.

Dikatakan,  ini merupakan sebuah kegiatan yang sangat bernilai untuk menatap masa depan yang lebih baik lagi, baik dari sisi pertumbuhan maupun dalam sisi sosial kehidupannya.

Maka dari itu kepada seluruh tim bakti sosial yang terlibat dalam kegiatan tersebut beliau mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya sebagai bentuk perwujudan amal sholeh untuk semua pihak dan senantiasa diberikan kelancaran, kemudahan selama operasi tersebut berlangsung.

Terpisah, menurut Direktur PT Sumber Jaya Abadi Dodi, kegiatan bakti sosial ini terlaksana karena adanya kerjasama pihak RSU. Arya Kamuning beserta tim dari UNPAD dengan yayasan Smile Train.

Diterangkan, Yayasan Smile Train merupakan badan amal internasional untuk anak-anak dengan pendekatan berkelanjutan pada masalah tunggal yang dapat ditangani antara lain bibir dan langit-langit sumbing.

Adapun visi yayasan tersebut untuk memberikan kesempatan pada setiap anak yang terlahir sumbing untuk hidup sehat dan produktif.

Kegiatan bakti sosial lainnya yang pernah diselenggarakan juga yaitu pengobatan gratis satu tahun dan khitanan massal.

Harapannya yaitu semoga kegiatan bakti sosial seperti ini terus berjalan dengan adanya kerja sama bersama Tim bakti sosial Unpad bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain bupati tiga camat sekaligus hadir yakni Ciawigebang Pepen, Kalimanggis Yono R dan Cidahu Solihin. Lalu, Ketua IDI Asep Herman dan yang lainnya.(agus)