30 Ribu Liter Air Bersih Didistribusikan ke Empat Desa

KUNINGAN (MASS)-  BPBD Kabupaten Kuningan Sejak Jumat (9/8/2019)-  Senin (12/8/2019) mendistribusikan air bersih sebanyak 30 ribu liter. Air bersih itu dikirim ke empat desa.

Kalak BPBD Kuningan Agus Mauludin SE menyebutkan, 30 ribu air bersih itu diberikan di Dusun Sukaasih Desa Cihanjero sebanyak15 ribu. Lalu, Dusun Sukamenak Desa Simpay Jaya 5.000 liter. Begitu jiliga Desa Sukasari 5 dan Desa Cileuya 5 rebu liter.

Sekedar mengingtakan, Jumat pekan lali digelar Rakor Siaga Darurat Kekeringan tahun 2019. Kegiatan yang menghadirkan puluhan pihak itu digelar di Ruang Rapat Linggarjati.

Sekda Kuningan Dr Dian Rachmat Yanuar MSi yang didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Agus Mauludin SE menyebutkan, perkiraan dari BMKG kemarau mulai bulan Juli-Oktober. Hingga bulan Agustus awalnya sudah ada  2.068 Ha lahan sawah kekeringan.

Sedangkan lahan sawah yang puso sudah mencapi 400 Ha. Untuk yang poso tidak bisa diselamatkan. Sementara yang 2.068 masih bisa diselamatkan karena kekeringan ada yang masuk ketegori ringan, sedang dan berat.

“Untuk wilayah terdampak kekeringan kekurangan air ada 4 kecamatan dengan jumlah 7 desa.  Adapun rinciannya adalah Desa Jambugeulis Kecamatan Cigandamekar, Desa Sukarasa Kecamatan Darma, Desa Cileuya dan Desa Cimahi Kecamatan Cimahi, Desa Sukasari, Cihanjaro dan Desa Simpayjaya Kecamatan Karangkancana,” ujar Sekda.

Diterangkan, dengan adanya potensi kekurangan air di tujuh desa maka yang terdampak adalah 2.330 KK dengan jumlah 7.006 jiwa. Menurut standar WHO satu jiwa penduduk membutuhkan 15 liter per hari, maka artinya untuk memenuhi kebutuhan jumlah penduduk tersebut sebanyak 9.458.100 liter per hari.

Pada kesempatan itu, juga Sekda menyebutkan, saat ini beredar video kekurangan air di Desa Cirukem Kecamatan Garawangi. Padahal video itu tahun 2017.

“Kami juga akan memburu penyebar video tersebut. Saat ini memang di Kuningan banyak video yang viral sehingga harus pintar-pintar menyikapi,'” jelasnya.

Selain kekeringan Sekda Dian menyebutkan, wilayah potensi kebakaran hutan dan lahan. Potensinyan bisa terjadi di empat kecamatna yakni Kecamatan Pasawahan, Mandirancan,Cilimus  dan Jalakasana. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com