Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Government

Perkuat Desa Bersinar, BNNK Kumpulkan Wakil Dari 15 Desa

KUNINGAN (MASS) – BNN Kabupaten Kuningan menyelenggarakan Kegiatan Asistensi Penguatan dalam upaya Pembentukan Relawan Anti Narkoba. Acara ini dihelat  pada hari Rabu dan Kamis (9-10/9/2020).

Kegiatan itu, untuk mendukung Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN).

Total ada 30 orang perwakilan dari 15 desa yang terpilih. Ke 15 desa tersebut antara lain Cilayung, Manis Lor, Manis Kidul, Bakom, Cikupa.

Kemudian, Cihideung Hilir, Tirtawangunan, Kadugede, Muncangela, Ciasih, Cipancur, Wanasaraya, Manggari, Sampora, dan Cikeusik.

Giat selama 2 hari ini berisi tentang pengetahuan bahaya narkoba dari berbagai perspektif. Selain itu, peserta juga ditatar dengan pengetahuan tentang teknik komunikasi efektif secara langsung maupun melalui media komunikasi tidak langsung.

Narasumber kegiatan ini diantaranya adalah Kepala BNN Kabupaten Kuningan Edy Heryadi MSi, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Edi Nuryadi, SE.

Selain itu, Kompol Edy Budi, dr Ade Cindra, MARS, Ns Asmadi, MKep, dan Novy Khusnul Khotimah, MA.

Dengan pembekalan yang telah dilakukan kepada relawan tersebut, Edy Heryadi berharap sama seperti Presiden RI Jokowi yaitu Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional P4GN dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada bagian anggaran Kementerian, lembaga, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan sumber lain yang tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tak hanya itu, Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional P4GN, menurut Inpres ini, perlu mengikutsertakan peran masyarakat dan pelaku usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Dengan partisipasi semua elemen kebangsaan, maka menunjukkan kepedulian kita semua sebagai insan Indonesia yang bergotong royong demi mewujudkan ketahanan tinggi terhadap bahaya narkoba di Indonesia,” jelasnya. (agus)

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Advertisement