KUNINGAN (MASS) – Kelangkaan bahan material menjadi salah satu kendala utama dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kuningan. Hal ini disampaikan langsung oleh Dandim 0615/Kuningan Letkol Hafda Prima Agung usai Rakor percepatan pembangunan KDMP di Aula Gedung Pemda Kuningan, Rabu (25/2/2026).
Menurut Letkol Hafda, pada tahap awal perencanaan proyek KDMP sebenarnya belum terjadi kelangkaan material. Ia menambahkan bahwa desa yang menjadi pilot project menyambut program ini dengan antusias, sehingga progres pembangunan awal bisa berjalan cukup cepat.
“Pada saat itu belum terjadi kelangkaan baik material alami ataupun material lainnya seperti besi dan lain sebagainya,” tuturnya.

Namun seiring berjalannya waktu, muncul tantangan terkait ketersediaan bahan baku. Dandim menjelaskan kendala tersebut berdampak pada kelancaran alur pekerjaan di lapangan.
Letkol Hafda menegaskan upaya sosialisasi dari pemerintah daerah bersama TNI telah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan warga terhadap KDMP.
“Kalau di awal awal mungkin mereka masih ragu kurangnya sosialisasi. Setelah kita dari pemerintah daerah dan kita dari TNI sendiri juga sosialisasi, Alhamdulillah makin banyak desa menyadari bahwa koperasi ini benar benar penting,” tambahnya.
Meskipun demikian, Letkol Hafda tetap optimistis pembangunan KDMP bisa berjalan lancar meskipun ada kendala pasokan. Ia berharap pihak terkait terus mengupayakan solusi jangka pendek maupun jangka panjang, seperti alternatif sumber material, pemanfaatan bahan lokal, serta peningkatan efisiensi logistik.
“Jadi itu yang sudah selesai itu adalah yang benar benar di awal dilaksanakan proses pembangunan dan pada saat itu belum terjadi kelangkaan baik material alami ataupun material pendukung lainnya seperti besi dan lain sebagainya. Kita berharap tetap pembangunan ini dapat berjalan dengan lancar,” pungkasnya.
Kelangkaan material alami ini, selain karena permintaan tinggi sebab project piroritas Presiden Prabowo ini dilakukan serentak, beberapa pihak juga menilai karena gebrakan Gubernur KDM yang gencar menutup tambang tradisional. Penutupan tambang tradisional juga dilakukan Pemprov Jabar di beberapa lokasi Kabupaten Kuningan seperti Padabeunghar dan Cileuleuy. (raqib)
















