Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Anything

GAPAII Dukung Penolakan LGBT

KUNINGAN (MASS) – Deklarasi penolakan LGBT yang dilakukan elemen masyarakat dan beberapa LSM pada Minggu (19/9/2021) kemarin, didukung dan diapresiasi Gerakan Persaudaraan Islam Indonesia (GPAII).

“Gapai sangat mendukung dan apresiasi kepada masyarakat dan organisasi yang peduli dengan permasalahan sosial. Bisa disebut, (itu) penyakit masyarakat yang seharusnya bisa dilakukan penanganan serta direhabilitasi,” sebut ketua GAPAII, Otong Muhidin, Selasa (21/9/2021) sore.

Penyakit masyarakat seperti LGBT dan sejenisnya, kata Ustadz Otong bukan masalah sepele.

Disamping bertentangan dengan ajaran agama Islam, ini juga merusak akidah anak-anak dan generasi muda, karena edukasi yang ditunjukan adalah penyimpangan seksual.

“Ini jangan dibilang sebagai hak asasi manusia, justru ajaran agama sejak awal membela dan menjaga hak asasi manusia supaya tidak terjebak ke dalam penyimpangan dan oleh agama diluruskan supaya hidup selamat di dunia dan akhirat kelak,” ujarnya.

Permasalahan sosial ini, lanjut Ustadz Otong, bagian dari ujian keimanan bagi pelaku LGBT, dan harus tetap sabar dan tawakal berserah diri pada Allah SWT. Karena, apa yang terjadi pada hamba-hambanya tidak melebihi kemampuannya.

Otong mengutip surat Al Baqorah ayat 286 yaitu “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”.

LGBT, kata Otong, merupakan masalah sosial yang menjadi tanggungjawab bersama, baik masyarakat maupun pemerintah.

“Pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial harus segera bertindak untuk melakukan penanganan, karantina dan rehabilitasi bukan ikut melegetimasi keinginan pelaku LGBT, kemudian libatkan juga masyarakat dan profesional seperti ulama dan psikolog supaya masalah LGBT bisa teratasi,” sarannya.

Ustadz Otong memaparkan, LGBT dan sejenisnya merupakan penyakit masyarakat dan sudah ada di zaman nabi Luth, dan ujung-ujungnya dilaknat.

“Kalo secara syari’ah saja melawan Allah, ini minta pengakuan secara administrasi. Minta dilegalkan secara hukum sama aja menentang Allah, mau kembali lagi di zaman nabi Luth ? kena azab bareng-bareng kita nanti,” imbuhnya.

Harusnya, Otong menyarankan pemerintah agar melihat hal ini sebagai permasalahan sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat, dan harus segera ditangani serta direhabilitasi.

“Ini penyakit sosial, penyimpangan seksual, masa mau dilegalkan ? bertentangan dengan Al-Qur’an,” tegasnya. (eki)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

PAM

PD

Bank Kuningan

PKB

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Headline

KUNINGAN (MASS)- Warga  Kecamatan Ciawigebang dibuat panik pada Jumat  (22/10/2021) pagi. Pasalnya, mereka mendapatkan pesan melalui whatsapp yang berisi adanya acaman bom di semua...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Festival yang digelar Disporapar dalam rangka peringatan Hari Pariwisata Dunia, dinilai salah lokasi. Hal itu disampaikan warga Kecamatan Subang, Nurkholik. Kholik...

Inspiration

KUNINGAN (MASS) – Selagi masih menyandang mahasiswa, berwirausaha lebih banyak jalan. Hal itulah yang tersirat saat Tasya Komarasari, perempuan cantik asal Desa Pagundan Kecamatan...

Anything

KUNINGAN (MASS)- Sahabat Ganjar DPC Kuningan terus genjar  memperkenalkan Ganjar Pranowo sebagai calon Presiden RI 2024 kepada masyarakat luas. Kali ini para supir angkot...

Advertisement