KUNINGAN (MASS) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan Gunung Ciremai terus menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Kuningan. Proyek pengembangan energi hijau tersebut menyimpan rekam jejak panjang yang hingga kini masih memicu pro dan kontra.
Kendati sudah masuk rencana lelang, proyek yang masuk dalam skema Proyek Strategis Nasional (PSN) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini belum menemui titik terang
Ahli lingkungan sekaligus konsultan lingkungan asal Kuningan, Candrika Adhiyasa, membeberkan histori perjalanan status Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ciremai yang berulang kali mangkrak.
Ia menjelaskan penetapan proyek eksplorasi energi di lereng Gunung Ciremai tersebut murni merupakan kebijakan penuh dari pemerintah pusat.
“Terkait PLTP ini kan sebetulnya program dari pusat, Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Kementerian ESDM. Jadi ini keputusan pusat,” ujarnya kepada kuninganmass.com Rabu (9/9/2026).
Ia juga menceritakan perjalanan WKP Ciremai sebenarnya sudah dimulai sejak belasan tahun lalu, tetapi terhenti di tengah jalan sebelum berlanjut ke tahap eksploitasi.
Hak lelang proyek tersebut sempat dipegang oleh perusahaan multinasional sebelum akhirnya luasan wilayah kerjanya diperluas oleh pemerintah.
“WKP Ciremai ini sebetulnya sudah dimulai dari 2011, tendernya dulu didapat sama Chevron, tapi kemudian tidak diteruskan. Waktu itu luas WKP sekitar 20 ribuan hektare,” paparnya.
Pemerintah kemudian menghidupkan kembali rencana eksplorasi tersebut beberapa tahun berselang dengan menambah cakupan area penetapan wilayah kerja secara signifikan.
“Nah, tahun 2016 ini diangkat lagi dengan luas WKP jadi 35 ribuan hektare. Tapi sampai hari ini juga belum jelas tindak lanjutnya seperti apa, karena memang ada banyak golongan masyarakat yang menolak,” tandasnya.
Di sisi lain, Candrika juga menyoroti narasi ramah lingkungan yang kerap digelorakan para penganjur proyek sebagai alasan penggantian energi fosil menuju energi terbarukan.
Meski dilabeli sebagai energi bersih penekan penggunaan batu bara, proyek panas bumi di lapangan tetap membutuhkan pemanfaatan sumber daya alam berskala besar dan berisiko.
“Banyak narasi yang bilang bahwa pengembangan PLTP ini merupakan langkah energi berkelanjutan untuk mengganti ketergantungan pada batu bara. Tapi nyatanya memang tetap ada banyak sumber daya yang dibutuhkan, dari mulai lahan, air bersih, dan lain-lain,” pungkasnya. (raqib)