KUNINGAN (MASS) – Belakangan ini, ruang publik Kuningan terasa semakin ramai. Hampir setiap hari kita disuguhi perdebatan, kritik, laporan, sanggahan, hingga saling balas pendapat di media sosial maupun berbagai kanal informasi.
Fenomena ini sesungguhnya menunjukkan satu hal yang positif: masyarakat semakin peduli terhadap urusan publik. Warga tidak lagi sekadar menjadi penonton, tetapi ikut mengawasi, mengkritisi, dan menyampaikan pandangan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya.
Namun ada satu hal yang perlu menjadi perhatian bersama. Jangan sampai semangat mengawasi berubah menjadi semangat memusuhi. Jangan sampai perbedaan pendapat berkembang menjadi perpecahan yang mengikis persaudaraan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, perbedaan adalah sesuatu yang alamiah. Tidak semua orang harus berpikir sama. Tidak semua kritik merupakan serangan. Tidak semua kesalahan harus dibalas dengan kemarahan. Justru kedewasaan sebuah masyarakat dapat dilihat dari kemampuannya mengelola perbedaan tanpa kehilangan rasa hormat satu sama lain.
Kita boleh berbeda pilihan politik. Berbeda organisasi. Berbeda pandangan terhadap suatu kebijakan. Namun pada akhirnya, kita tetap hidup di daerah yang sama, menghirup udara yang sama, membesarkan anak-anak di tanah yang sama, dan sama-sama berharap Kuningan menjadi lebih baik dari hari ke hari.
Media sosial yang awalnya menjadi sarana berbagi informasi jangan sampai berubah menjadi arena pertarungan tanpa akhir. Sebab tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan saling menyerang. Banyak persoalan justru lebih mudah diselesaikan melalui dialog, klarifikasi, dan kemauan untuk saling memahami.
Kritik tetap penting. Pengawasan tetap diperlukan. Transparansi tetap harus diperjuangkan. Tetapi semua itu akan jauh lebih bermanfaat apabila disampaikan dengan argumentasi, data, dan niat untuk memperbaiki keadaan, bukan sekadar memenangkan perdebatan.
Hari ini mungkin yang paling dibutuhkan Kuningan bukanlah tambahan suara yang paling keras, melainkan tambahan ruang untuk saling mendengar. Bukan semakin banyak pihak yang ingin menjadi pemenang, melainkan semakin banyak pihak yang ingin menjadi bagian dari solusi.
Karena sesungguhnya tidak ada daerah yang maju hanya karena masyarakatnya pandai berdebat. Daerah akan maju ketika energi kolektifnya lebih banyak digunakan untuk membangun daripada bertengkar, lebih banyak digunakan untuk mencari jalan keluar daripada mencari kesalahan.
Mari tetap kritis tanpa kehilangan empati. Tetap berani tanpa kehilangan adab. Tetap berbeda tanpa kehilangan persaudaraan.
Sebab pada akhirnya, sehebat apa pun perbedaan yang ada, Kuningan tetap rumah kita bersama. Dan rumah yang baik bukanlah rumah yang bebas dari perbedaan, melainkan rumah yang penghuninya tidak pernah lelah untuk tetap menjadi saudara.
Dadan Satyavadin
Pemerhati Kebijakan Publik