30 Bidang Tanah Warga Ciniru Masuk Area Pembebasan Lahan Pabrik

KUNINGAN (MASS) – Rencana pembangunan dua pabrik sepatu berskala multinasional di Kabupaten Kuningan turut mencakup wilayah Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana. Di desa tersebut, lahan yang masuk dalam rencana kawasan pabrik berada di bagian timur desa dan berbatasan langsung dengan wilayah Desa Dukuhdalem.

Sekretaris Desa Ciniru, Budi, menjelaskan terdapat sekitar 30 bidang tanah warga yang masuk dalam wilayah rencana pembangunan tersebut. Namun, luas lahan yang berada di wilayah Desa Ciniru relatif terbatas, yakni sekitar 1 sampai 2 hektare.

“Untuk wilayah yang masuk ke Desa Ciniru ada sekitar 30 bidang tanah. Luasnya tidak terlalu besar, sekitar 1 sampai 2 hektare,” ujarnya saat diwawancarai Kuninganmass.com di kantornya, Senin (28/9/2026).

Budi menjelaskan, dari sekitar 30 bidang tanah tersebut, hanya tiga bidang yang pemiliknya merupakan warga asli Desa Ciniru. Sementara sebagian besar bidang lainnya dimiliki warga yang berdomisili di wilayah Sindangbarang dan Dukuhdalem.

“Kalau untuk warga asli Ciniru, pemiliknya hanya tiga orang. Selebihnya pemilik tanah berada di Sindangbarang dan Dukuh Dalam,” jelasnya.

Menurutnya, lokasi lahan yang masuk wilayah Desa Ciniru berada di bagian paling timur desa. Kawasan tersebut berbatasan langsung dengan Desa Dukuhdalem dan menjadi bagian dari area yang dipersiapkan untuk rencana pembangunan pabrik sepatu.

“Lokasinya berada di sebelah timur, paling timur Desa Ciniru, dan berbatasan dengan Desa Dukuhdalem, sekitar 1 sampai 2 hektare di sebelah sana,” katanya.

Budi juga menyebutkan, ketiga pemilik tanah yang merupakan warga Desa Ciniru telah menyatakan menerima rencana penjualan lahan. Mereka juga telah membuat surat keterangan kepemilikan tanah melalui Pemerintah Desa Ciniru.

“Dari ketiga orang tersebut semuanya menerima dan sudah membuat surat keterangan kepemilikan tanah ke desa,” tegas Budi.

Selain itu, Budi mengaku telah mendengar adanya pembayaran uang muka atau DP kepada sejumlah pemilik tanah yang lahannya masuk dalam rencana pembangunan. Namun, ia menyebut nominal pembayaran tersebut relatif dan tidak merinci jumlahnya.

“Betul sudah ada pembayaran DP kepada para warga,” pungkasnya. (raqib)