KUNINGAN (MASS) – Rencana eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan Gunung Ciremai direspon rasa khawatir beberapa kalangan khususnya soal dampak pasokan air dan ruang hidup masyarakat.
Pasalnya, meski diklaim energi bersih, penggunaan teknologi ekstraksi panas bumi disebut-sebut menyedot sumber daya air bersih dalam jumlah raksasa.
Konsultan lingkungan asal Kabupaten Kuningan, Candrika Adhiyasa, membeberkan cara kerja industri geothermal untuk menghasilkan listrik. Secara sederhana, ia memberikan pemahaman teknis bagi awam.
Ia menjelaskan operasional PLTP pada dasarnya mengandalkan semburan uap panas bumi hasil pengeboran dalam tanah untuk menghasilkan energi listrik. Pengeboran tersebut dilakukan pada titik-titik tertentu yang difungsikan sebagai sarana penyalur uap menuju fasilitas pembangkit utama di permukaan.
“Jadi sederhananya PLTP itu mengambil uap panas dari dalam bumi lewat pengeboran. Area pengeborannya kita sebut sumur produksi,” ujarnya kepada kuninganmass.com Rabu (9/9/2026).
Ia merinci uap panas yang berhasil dialirkan melalui jaringan pipa raksasa nantinya akan dimanfaatkan untuk memutar perangkat mekanis penghasil daya listrik.
“Uap panas yang dialirkan lewat pipa digunakan untuk memutarkan turbin, dan turbin ini terhubung ke generator dan menghasilkan listrik,” tandasnya.
Dibalik proses konversi energi tersebut, Candrika mewanti-wanti adanya kebutuhan air bersih dalam skala besar yang harus dipenuhi oleh pengelola proyek pada setiap tahapan operasional.
Pasokan air melimpah tersebut diperlukan mulai dari proses awal pengerjaan sumur hingga penstabilan suhu mesin dan pemeliharaan tekanan dalam perut bumi.
“Beberapa tahapan yang membutuhkan air banyak itu pertama saat pengeboran sumur untuk mendinginkan mata bor, lalu saat pembangkit beroperasi untuk sistem pendingin, serta reinjeksi fluida mengganti air yang menguap,” tambahnya.
Operasional pembangkit listrik dari geothermal sendiri diperkirakan menyedot sekitar 6.500 hingga 15.000 liter air bersih hanya untuk menghasilkan 1 Megawatt (MW) listrik. (raqib)