Konsen di Keagamaan hingga Akses Kesehatan, Fraksi PKB Minta Bupati Realisasikan Insentif Guru Ngaji, Imam Masjid hingga Kyai Kampung di tahun 2027

KUNINGAN (MASS) – Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kuningan, kembali menunjukkan konsennya untuk kemajuan pondok dan praktisi keagamaan. Hal itu seperti yang tertuang dalam Pandangan Umum (PU) Fraksi PKB terhadap Rancangan APBD Kabupaten Kuningan tahun 2027.

PU Fraksi sendiri, ditandatangani Ketua dan Sekretaris Fraksi PKB, Moch Ghozali dan Hj Neneng Hermawati. PU tersebut dibacakan Hj Neneng dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kuningan, Kamis (1/10/2026) ini.

“Selama ini, Fraksi Kebangkitan Bangsa senantiasa concern terhadap kemajuan pondok pesantren di wilayah Kabupaten Kuningan. Untuk itu, kami ingin mengetahui perihal anggaran yang dialokasikan untuk pondok pesantren dalam rancangan apbd tahun 2027 nanti,” pinta fraksi PKB.

Selain anggaran untuk pondok pesantren, PKB juga meminta adanya perhatian secara khusus untuk mengalokasikan anggaran insentif guru ngaji, imam musholla dan para kiai/ajengan di desa-desa, agar benar-benar dapat terealisasi di tahun 2027 nanti, sebagai bentuk afirmasi atas dukungan dari pemerintah daerah kepada penyelenggara kegiatan ibadah maupun pendidikan keagamaan di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan.

Selain konsen keagamaan,dalam PU itu PKB juga mengemukakan poin tentang bidang ketenagakerjaan. Pihaknya memandang bahwa penanganan masalah tenaga kerja di Kabupaten Kuningan masih kurang mendapat penanganan yang optimal dari pemerintah daerah, terlihat dari minimnya data yang ditampilkan pada target indikator dan realisasi pembangunan sosial ekonomi makro selama ini.

Selain itu, PKB juga menyinggung hal akses terhadap layanan kesehatan yang merata harus menjadi perhatian utama. Masyarakat di wilayah pinggiran Kuningan, lanjut PKB, sering kali tidak mendapatkan layanan serta akses yang sama dengan yang tinggal di pusat kota.

“Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa setiap warga tanpa kecuali, dapat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas, baik di rumah sakit maupun Puskesmas,” tegas PKB sembari mempertanyakan berapa total alokasi anggaran di bidang kesehatan untuk tahun 2027 mendatang. (eki)