Dilaporkan ke Polisi Gara-gara Perusakan Tugu Bola Dunia, Atang Tak Panik, Justru Sebut Bangunan Ilegal

KUNINGAN (MASS) – Meski dilaporkan ke kepolisian karena kritiknya atas pergantian Tugu Bola Dunia di Jl Ir Soekarno-Hatta Kuningan, yang dilakukannya sambil live dan diduga melakukan perusakan, Atang nampak tenang.

Kala dikonfirmasi kuninganmass.com via seluler, Atang mengaku tidak masalah ada pengaduan, karena merupakan bagian hak warga negara untuk melakukan pengaduan atau melaporkan.

“Ya dimaklumi, karena berbagai manusia bukan hanya berbeda kepala termasuk isinya, dalam arti siapapun bebas mengasumsikanya (perusakan atau kritik). Beda persepsi itu hal yang lumrah a,” jawabnya, Selasa (8/9/2026) malam.

Ia mengamini, mungkin pelaporan itu dilakukan karena secara fisik terlihat ada pengrusakan. Hanya saja, kata Atang, tidak dispesifikaasikan ia merusak apa.

“Dan menurut asumsi saya mah itu bukan fasilitas publik, juga bukan tugu atau monumen, tapi bangunan yang menurut saya diduga ilegal,” tegas Atang.

Disebut ilegal, jelas Atang, karena antara judul pekerjaan dengan pelaksanaan pekerjaan dianggap tidak sesuai. Fakta tulisan bangkit sudah menjadi melesat, bola dunia walaupun baru rencana tapi ada statement Bupati di akun tiktoknya bahwa akan dirubah dengan patung kuda.

Harusnya, jelas Atang lagi, kalau judulnya penataan ya tidak perlu ada perubahan, tapi perbaikan atau ditambah ornamen agar lebih baik dan indah dilihat.

Disinggung soal pelaporan ke Polisi, sepengetahuan Atang, itu justru bukan laporan, tapi aduan. Karena bangunan itu milik pemerintah, Atang menegaskan bahwa yang berhak melaporkannya itu ada 3 unsur dari pemerintahan daerah, yakni Bupati, Dinas PUTR, dan Satpol PP.

“Gk ada klausul bahwa ormas LSM bisa melaporkn, yang bisa melaporkan itu pemerintah atau penegak hukum dalam hal ini bisa melakukan penangkapan langsung tanpa harus menunggu laporan kalo memang terbukti perusakan yang bisa merugikan. Karena itu sudah dianggap kriminal,” kata Atang.

“Itu persepsi saya ya, sy tdk merasa benar. Tapi yang jelas ada sebab akibat,” ucapnya di akhir. (eki)