Dibangun dengan Air Mata, Dirayakan dengan Cinta; Refleksi Penuh Makna di Milad ke-24 YPI Al-Multazam Husnul Khotimah

KUNINGAN (MASS) – Milad ke-24 YPI Al-Multazam HK bukan sekadar perayaan ulang tahun sebuah lembaga. Ia adalah sebuah perjalanan panjang yang dirayakan dengan cara yang bermartabat, melalui rangkaian agenda yang sarat nilai, penuh semangat, dan kaya akan pesan perjuangan. Selama beberapa hari berturut-turut, seluruh keluarga besar YPI Al-Multazam HK bersatu dalam satu misi yang sama: mengenang, mensyukuri, dan melanjutkan warisan para pendiri yang telah dengan sepenuh jiwa membangun lembaga ini dari mimpi menjadi kenyataan.

Cerita milad ini dibuka dengan salah satu agenda paling membanggakan, Parade Tasmi’ 30 Juz, sebuah persembahan hafalan Al-Quran yang menjadi wujud nyata dari visi lembaga unggulan yang selama ini diusung YPI Al-Multazam HK. Para santri tampil dengan penuh ketenangan dan keyakinan, melantunkan ayat demi ayat di hadapan para penguji dan seluruh hadirin yang menyaksikan dengan penuh haru. Momen ini menjadi pengingat bahwa di atas semua pencapaian yang ada, kecintaan terhadap Al-Quran tetap menjadi pondasi utama yang tidak pernah goyah sejak lembaga ini pertama kali berdiri.

Semangat yang lahir dari lantunan ayat suci itu kemudian mengalir ke agenda berikutnya, Napak Tilas Perjuangan Founding Father. Seluruh civitas akademika bersama-sama menelusuri jejak perjuangan para pendiri YPI Al-Multazam HK, menapaki setiap sudut sejarah yang menyimpan kenangan akan besarnya pengorbanan orang-orang yang telah merintis lembaga ini. Bukan sekadar mengenang masa lalu, napak tilas ini hadir sebagai penguat tekad bahwa nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan harus terus dijaga, dirawat, dan diteruskan oleh setiap generasi yang datang setelahnya.

Dan seolah ingin menyempurnakan penghormatan itu, keesokan harinya pada hari Jumat pagi, seluruh civitas akademika kembali bersatu. Kali ini melangkah menuju area pemakaman untuk berziarah ke pusara almarhum KH. Sahal Suhana, S.H., sang founding father yang dengan tangan dan hatinya telah meletakkan pondasi dua lembaga besar di Kabupaten Kuningan. Suasana begitu khidmat ketika doa-doa dipanjatkan bersama, air mata jatuh dengan sendirinya, dan hati-hati yang hadir seolah berbicara dalam satu bahasa yang sama — bahasa cinta dan rasa terima kasih yang tak terucap.

Ketua II YPI Al-Multazam HK, KH. Abdul Rosyid, Lc., M.Ag., dalam tausiahnya menegaskan bahwa para pendiri sejatinya tidak pernah benar-benar pergi. Semangat mereka masih hidup dalam setiap ayat yang dihafal para santri, masih berdenyut dalam setiap aktivitas dakwah yang terus berjalan.

“Apa yang hari ini berdiri kokoh sebagai dua lembaga yang megah ini, dahulunya hanyalah mimpi besar yang diperjuangkan dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT. Dibangun di atas air mata, doa yang tak pernah putus, dan pengorbanan yang mungkin hanya Allah yang benar-benar tahu,” ungkapnya dengan penuh haru.

Rasa haru dari ziarah itu belum juga sepenuhnya surut ketika milad kembali menghadirkan momen yang belum pernah ada sebelumnya, Bedah Buku Bunga Rampai, sebuah karya yang mengisahkan perjalanan panjang founding father yayasan, yang langsung dibedah oleh para Assabiqunal Awalun di hadapan seluruh hadirin. Agenda istimewa ini hadir beriringan dengan Wisuda Tahfidz Pegawai, Penghargaan Tasmi’ 30 Juz, dan Penghargaan Pegawai Berprestasi, menjadikannya salah satu agenda paling padat makna sepanjang rangkaian milad.

Enam pembicara tampil bergantian menyampaikan pesan-pesan bersejarah, dari Ketua Umum H. Uud Pandu Suandhana, S.Si yang menegaskan bahwa kemajuan Al-Multazam adalah buah dari keberkahan Al-Quran, hingga alumni pertama Dr. H. Abdul Muhaimin El Yusufi yang bersaksi bagaimana Al-Multazam menjadi ruang pendewasaan yang membentuk siapa dirinya hari ini. Semua suara bermuara pada satu kesimpulan yang sama, bahwa warisan terbesar founding father bukanlah gedung atau fasilitas, melainkan nilai keikhlasan, keteguhan, dan semangat pengabdian yang terus hidup di setiap sudut lembaga ini.

Setelah hari-hari yang sarat dengan kekhidmatan dan keharuan, tibalah saatnya seluruh keluarga besar merayakan kebersamaan dengan cara yang lebih riang. Pada Sabtu, 2 Mei 2026, lebih dari 500 peserta memadati Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, dalam agenda Fun Walk yang menjadi salah satu momen paling meriah sepanjang rangkaian milad. Dari para santri dan santriwati, asatidz, hingga Ketua Yayasan dan Ketua Pembina, semua hadir dan bersatu dalam satu langkah penuh kebahagiaan sepanjang rute 3 kilometer.

Rasa lelah seolah tak terasa, yang justru terpancar dari wajah setiap peserta adalah keseruan, gelak tawa, dan keceriaan yang mengalir hangat sepanjang perjalanan. Di penghujung acara, doorprize spektakuler dibagikan mulai dari Sepeda Listrik, MTB, Kulkas 2 Pintu, Mesin Cuci, hingga TV LED. Namun kejutan terbesar yang membuat seluruh hadirin terdiam sejenak sebelum meledak dalam haru dan bahagia adalah undian khusus Umroh bagi pegawai berprestasi, dimana nama yang beruntung adalah Ustadzah Eli Nurlaeli, S.Sos.I, Guru SMAIT Al-Multazam, sebuah penghargaan yang bukan sekadar hadiah melainkan ungkapan terima kasih tulus lembaga atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini.

Kebahagiaan Fun Walk belum benar-benar padam ketika milad kembali menghadirkan momen bersejarah lainnya, masih dalam rangkaian perayaan yang sama, Forum Silaturahmi Al-Multazam atau Forsilam resmi melantik ketua barunya, Hakam Ahimsa Rantissi, menggantikan ketua lama Amry Muhammad Rizaldy. Acara yang dihadiri alumni dari angkatan pertama hingga angkatan ke-15 ini menjadi bukti nyata bahwa ikatan persaudaraan yang lahir dari bilik-bilik pesantren Al-Multazam tidak pernah pudar oleh waktu dan jarak.

Ketua Umum H. Uud Pandu Suandhana dalam sambutannya berharap agar Forsilam dapat menjadi kendaraan yang kuat untuk merajut para alumni yang kini telah tersebar di berbagai penjuru dunia, sekaligus menjadi mitra strategis dalam membangun arah kebijakan pendidikan masa depan. Sebuah tongkat estafet telah berpindah tangan, dan dengan berpindahnya tongkat itu, harapan pun ikut membesar.

Dan sebagai penutup yang paling meriah dari seluruh rangkaian milad ini, Forsilam langsung membuktikan semangat barunya dengan menggelar agenda perdana, Fun Football, pertandingan persahabatan yang mempertemukan para alumni lintas angkatan dengan para asatidz dalam satu arena kompetisi yang penuh sportivitas dan kehangatan. Pertandingan dibuka langsung oleh H. Uud Pandu Suandhana dengan tendangan free shoot perdana yang disambut sorak sorai meriah, sementara putra-putri beliau turut hadir memeriahkan suasana.

Kompetisi semakin panas dengan hadirnya reward bagi Juara 1, 2, dan 3 serta penghargaan Top Skor dan Pemain Terbaik. Namun di balik panasnya persaingan di atas lapangan, yang paling membekas adalah kehangatan pertemuan kembali para alumni yang mungkin sudah bertahun-tahun tidak berjumpa — sebuah reuni yang dikemas dalam bahasa olahraga, di mana semangat berkompetisi dan semangat berkekeluargaan berjalan seiringan dengan indah.

Milad ke-24 YPI Al-Multazam Husnul Khotimah kini telah resmi menorehkan sejarahnya. Dari lantunan ayat Al-Quran di Parade Tasmi’, langkah kaki yang bersatu di napak tilas dan fun walk, doa-doa yang dipanjatkan di pusara sang pendiri, pembedahan buku yang membuka kembali lembaran perjuangan, hingga tawa dan keringat yang bercampur di lapangan Fun Football, semuanya bercerita tentang satu hal yang sama: bahwa lembaga ini dibangun bukan hanya dengan bata dan semen, melainkan dengan keikhlasan, doa, dan cinta yang tak pernah usang. Dan selama nilai-nilai itu terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi, Al-Multazam Husnul Khotimah akan terus berdiri kokoh sebagai lembaga harapan umat, hari ini, esok, dan selamanya. (eki/rl)