Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Headline

Demonstran: Jika BBM Tidak Turun, Maka Jokowi yang Turun!

KUNINGAN (MASS) – Dalam aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM Jumat kemarin (9/9/2022) yang dilakukan oleh OKP Cipayung Plus dan Aliansi Mahasiswa Bersama Masyarakat Kuningan (Ambek), salah satu orator unjuk rasa tersebut menyatakan bahwa jika harga BBM tidak mengalami penurunan, maka Presiden Indonesia Joko Widodo yang harus turun dari jabatannya.

“Jika BBM tidak turun, saya harap Presiden Jokowi beserta jajarannya yang turun!” katanya. Pernyataan tersebut disambut oleh massa aksi dengan teriakan “Turun! Turun!”

Selain itu, orator juga menyatakan dengan gaya metafora bahwa kebenaran datang dari langit, sementara kesalahan datang dari Joko Widodo.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Tidak banyak yang saya katakan. Yang benar datangnya dari langit, yang salah datangnya dari Joko Widodo dan kroni-kroninya,” ungkapnya. Kemudian disambut kembali oleh salah satu massa aksi dengan teriakan, “Turunkan Jokowi!”

Dalam pamflet yang beredar dari unjuk rasa tersebut, tuntutan massa aksi selain menolak kenaikan BBM adalah menolak kenaikan tarif dasar listrik, memberantas mafia migas dari hulu sampai hilir, menolak proyek strategis nasional yang tidak berdampak langsung bagi rakyat dan alihkan anggarannya untuk subsidi BBM, transparansi anggaran subsidi, serta menuntut peran pemerintah daerah dalam menghadapi dampak kenaikan harga BBM.

Massa aksi terdiri dari organisasi kemahasiswaan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam, PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), yang tergabung ke dalam OKP Cipayung Plus.

Ikut juga dalam aksi tersebut BEM Universitas Islam Al-Ihya (Unisa), dan BEM STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Kuningan. Adapun BEM Universitas Kuningan (Uniku) tidak mengikuti aksi unjuk rasa kali ini.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selain mahasiswa, massa aksi terdiri dari berbagai komunitas ojek online, di antaranya GBK, SKUCI, Child On, OCK, GGK, Laleur Hejo, Bagasi, Gasruk, dan Laskar Rahayu.

Massa aksi mulai datang ke depan gedung DPRD pada pukul 15.30, selesai pukul 16.30. Aksi unjuk rasa ini berjalan tanpa ada bentrokan. (asep/mgg)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Advertisement