KUNINGAN (MASS) – Pendidikan karakter tidak cukup dipahami hanya melalui dokumen kurikulum. Nilai kasih sayang, empati, toleransi, kesantunan, dan penghargaan terhadap keberagaman perlu ditelusuri melalui kebijakan pimpinan, proses pembelajaran, serta pengalaman peserta didik dalam kehidupan setiap hari di madrasah.
Perspektif tersebutlah yang melandasi kunjungan Tim Peneliti UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ke MAN 1 Kuningan pada Senin (3/8/2026). Kunjungan lapangan itu merupakan bagian dari penelitian berjudul “Model Integrasi Kurikulum Nasional dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pendidikan Agama Islam: Kajian Strategis untuk Penguatan Karakter dan Kebhinekaan Indonesia (Studi Kasus pada Madrasah Aliyah se-Jawa Barat)“.
Penelitian diarahkan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai cara madrasah menerjemahkan kebijakan kurikulum ke dalam pembelajaran, pembiasaan, interaksi sosial, dan pembentukan karakter peserta didik.

Kurikulum Berbasis Cinta bukan mata pelajaran yang berdiri sendiri. Kementerian Agama menempatkannya sebagai pendekatan yang diintegrasikan ke dalam seluruh proses pendidikan. Orientasinya dirangkum melalui Panca Cinta, yaitu cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta kepada ilmu, cinta kepada diri sendiri dan sesama, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada tanah air. Penelitian di MAN 1 Kuningan menelaah cara berbagai orientasi tersebut dipertemukan dengan struktur Kurikulum Nasional dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Penelitian Menjangkau Pimpinan, Kurikulum, dan Peserta Didik
Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan pembelajaran dan budaya madrasah, dialog bersama peserta didik, serta telaah dokumen pendukung. Pelibatan beberapa kelompok informan diperlukan agar penelitian tidak hanya merekam kebijakan formal, tetapi juga menemukan hubungan antara perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengalaman nyata warga madrasah.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pertemuan bersama Plt. Kepala MAN 1 Kuningan, Saleh Suhana Setiamiharja, S.Pd., M.Pd. Wawancara dengan kepala madrasah dilakukan untuk menggali visi kelembagaan, kebijakan penguatan karakter, dukungan terhadap guru, pengembangan budaya belajar, kemitraan dengan orang tua, serta tantangan yang dihadapi dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, religius, humanis, dan inklusif.

Tim kemudian melakukan wawancara bersama Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum dan guru BK. Sesi tersebut membahas penerjemahan kebijakan ke dalam kurikulum operasional madrasah, perangkat pembelajaran, kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, sistem asesmen, supervisi akademik, dan evaluasi program. Dokumen yang tersedia akan diperiksa untuk melihat konsistensi antara rancangan tertulis dan praktik di ruang belajar.
Pengumpulan data juga menjangkau peserta didik. Tim memasuki lingkungan belajar dan berdialog langsung dengan siswa mengenai hubungan mereka dengan guru, pengalaman bekerja sama dengan teman, cara madrasah menyikapi perbedaan, kesempatan menyampaikan pendapat, dukungan ketika menghadapi kesulitan, serta kegiatan yang dinilai paling bermakna dalam pembentukan karakter. Identitas peserta didik dijaga dan kutipan hanya digunakan setelah memperoleh persetujuan yang diperlukan.
Pembagian Tugas Empat Peneliti
Tim penelitian dipimpin oleh Dr Jaja Suteja, MPdI, dengan anggota Bambang Setiawan, MPd, Herny Gusbrava, dan Ahmad Sofyan Bustomi dari unsur mahasiswa. Pembagian tugas disusun agar setiap lapisan data dapat dihimpun secara sistematis dan saling melengkapi.
Dr Jaja Suteja, M.Pd.I. bertugas memimpin dan mengoordinasikan seluruh rangkaian penelitian. Ia mengarahkan kesesuaian pengumpulan data dengan tujuan penelitian, memimpin komunikasi kelembagaan, serta menggali informasi strategis melalui wawancara bersama kepala madrasah. Ia juga melakukan validasi awal terhadap keterkaitan antara kebijakan madrasah dan kebutuhan penyusunan model integrasi kurikulum.
Bambang Setiawan, M.Pd. berfokus pada aspek kurikulum dan implementasi pembelajaran. Tugasnya meliputi wawancara bersama Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, penelaahan dokumen kurikulum, pemetaan integrasi nilai Panca Cinta dalam Pendidikan Agama Islam, serta penggalian informasi mengenai asesmen, supervisi, dan pengembangan kompetensi guru.

Herny Gusbrava bertugas mewawancarai guru Bimbingan dan Konseling untuk menggali penerapan nilai kasih sayang dalam layanan BK, pendampingan peserta didik, penanganan permasalahan siswa, serta upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Wawancara turut membahas kerja sama guru BK dengan wali kelas, orang tua, dan unsur madrasah dalam mendukung perkembangan karakter peserta didik.
Para penelitipun mendalami pengalaman peserta didik dan dinamika hubungan yang berlangsung di lingkungan madrasah. Pengumpulan data dilakukan melalui dialog bersama siswa dan observasi interaksi di ruang belajar. Fokus pengamatan meliputi rasa aman, penghargaan terhadap pendapat, kepedulian, toleransi, kesantunan, dukungan guru, kerja sama antarsiswa, dan pengalaman belajar yang membantu pembentukan karakter.
Sementara, Ahmad Sofyan Bustomi menjalankan tugas sebagai anggota tim dari unsur mahasiswa sekaligus asisten penelitian. Ia membantu penyiapan instrumen, pencatatan lapangan, pengelolaan rekaman wawancara, dokumentasi kegiatan, pengumpulan dokumen pendukung, serta rekapitulasi data awal. Peran tersebut mendukung ketertiban data dan memastikan setiap informasi lapangan dapat ditelusuri kembali pada sumbernya.
Komitmen MAN 1 Kuningan
Saleh Suhana Setiamiharja SPd MPd, pada tim peneliti menjelaskan bahwa MAN 1 Kuningan berkomitmen menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta melalui penguatan kompetensi guru, pembinaan karakter di Ma’had Daarul Ilmi, dan Gerakan Cinta Kebersihan. Konsistensi penerapannya diperkuat melalui pendampingan, evaluasi, keteladanan pendidik, serta pembiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyambut baik kunjungan Tim Peneliti UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon karena hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan akademis bagi pengembangan kurikulum dan peningkatan mutu pembelajaran di MAN 1 Kuningan.
Kunjungan lapangan ini menjadi bagian penting dalam penyusunan model integrasi Kurikulum Nasional dan Kurikulum Berbasis Cinta yang kontekstual. Hasil penelitian diharapkan dapat mendukung terwujudnya pendidikan madrasah yang religius, humanis, inklusif, serta mampu menumbuhkan harapan dan menguatkan ketangguhan peserta didik dalam menghadapi masa depan.
Dirangkum oleh peneliti:
Dr Jaja Suteja MPdI, Bambang Setiawan MPd, Herny Gusbrava, dan Ahmad Sofyan Bustomi