KUNINGAN (MASS) – Panitia Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung di Kabupaten Kuningan (SMAN 2 Kuningan) menjelaskan adanya perubahan skor peserta selama proses seleksi yang sempat menimbulkan keluhan dari sejumlah orang tua dan calon siswa.
Ketua Panitia SPMB, Dede Herdianto, mengatakan perubahan nilai yang muncul di sistem bukan disebabkan oleh intervensi pihak tertentu, melainkan karena proses sinkronisasi dan pemutakhiran data.
“SPMB ini sistemnya online kan ya, siswa daftarnya juga online bisa di manapun. Pihak sekolah hanya pada tataran memverifikasi data tersebut, kemudian nanti masuk ke sistem,” ujar Dede, Selasa (9/6/2026).
Dede menyadari sebelum pengumuman final pada 8 Juni 2026 memang terdapat perubahan skor atau nilai peserta pendaftaran. Pihaknya juga mengaku heran pada perubahan tersebut.
“Kami melakukan konfirmasi ke provinsi bahwa ternyata memang data itu sifatnya masih sementara, sebelum final tanggal 8 di umumkan. Jadi masih sementara, sedangkan sistem itu selalu mengupdate diri, maintenance, sinkronisasi, dan verifikasi data sehingga terjadi perubahan skor,” katanya
Menurutnya, pada jalur prestasi akademik, skor peserta dihitung dari kombinasi 40 persen rata-rata nilai rapor selama lima semester dan 60 persen nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA). Perubahan skor dapat terjadi karena penyesuaian angka desimal yang diproses sistem.
“Nilai TKA rata-rata kan pasti ada koma, sedangkan sistem itu menangkapnya perubahan karena penyesuaian koma. Kadang-kadang kalau dalam matematika misalkan ada yang dibawah 5 ngga naik, kalao ada 0,5 nya ke atas kan jadi naik satu angka gitu, meski tidak terlalu jauh,” tuturnya.
Sementara pada jalur non-akademik, perubahan skor terjadi karena penyesuaian bobot nilai sertifikat prestasi dan kepemimpinan yang mengacu pada petunjuk pelaksanaan dari keputusan gubernur.
“Itulah yang kemudian mempengaruhi. Tapi prinsipnya itu bukan semacam pemotongan sepihak, tetapi penyesuaian sistem yang didasarkan pada regulasi,” jelasnya.
Dede menambahkan, dari total 669 pendaftar yang telah terverifikasi, sebanyak 352 siswa dinyatakan diterima sesuai kuota yang tersedia.
Ia menegaskan hasil seleksi yang diumumkan pada 8 Juni bersifat final dan peserta yang tidak melakukan daftar ulang tidak akan digantikan oleh peserta di bawah peringkatnya.
“Yang udah keterima itu melakukan daftar ulang, selama dua hari ini sudah hampir 90 persen sudah daftar ulang, tapi kalau ada yang masih belum masih bisa besok. Setelah selesai semua berarti dianggap resmi dari bagian Sekolah Maung,” pungkasnya. (didin)