Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Government

Curhat THL Yang Sudah 20 Tahun Mengabdi

KUNINGAN (MASS) – Sampai selepas waktu Asar sore ini, Rabu (16/11/2022), Lia Marliani nampak masih bekerja di sekitar Pasar Kepuh Kuningan. Lia mengaku, jam kerjanya memang selesai sekitar pukul 16.00 WIB sore.

Ketekukanya bekerja, bisa dibilang bagian dari “keteguhan” Lia. Ya, Lia adalah THL (Tenaga Honorer Lepas), yang sudah 20 tahun bekerja. Seperti yang sudah jadi rahasia umum, gajinya jauh dibawah pekerja ASN (Aparatur Sipil Negar).

“Iya biasanya juga sampai jam segini,” ujar Lia saat ditemui kuninganmass.com di tempat kerjanya.

Lia, merupakan satu dari belasan THL di seksi kebersihan pasar. Pada kuninganmass.com, Lia bercerita mulai diangkat sebagai sukwan (sukarelawan – tenaga non PNS) pada tahun 2002.

“Bukan ASN, masih THL TP (Tenaga Pembantu),” sebut Lia, kala ditanya statusnya hari ini.

Saat ini, ibu dari dua anak itu mengaku menerima gaji sekitar 600ribu/bulan. Mungkin itu memang lebih baik daripada saat jadi Sukwan yang tidak ada nominal gajinya, hanya mengandalkan kebijaksanaan pimpinan kantor.

Namun tentu Lia punya harapan yang lebih. Lia ingin perjuangannya terganti nantinya dengan diangkat menjadi ASN ataupun P3K.

“Insya allah ngiringan P3k, cuman formasi teknis teu acan kabika dina formasina (Insya allah mau ikutan P3K, cuman untuk tenaga teknis belum kebuka dalam formasinya,” imbuhnya.

Dari ekspresinya, tersirat harapan yang besar namun terbalut ragu. Apalagi, meski 20 tahun sudah mengabdi, test P3K sangat tergantung dengan sistem komputer, CAT.

“Pengennya sih seperti waktu itu (dulu), langsung diangkat (ASN) toh kita udah kerja lama (ketahuan kinerjanya),” tuturnya.

Dari total 21 personil di tempat kerjanya, hanya 3 orang yang berstatus ASN. Sisa THL, banyak juga yang sudah mengabdi 17/18 tahun.

Perempuan berusia 39 tahun itu menyebut, ada kekhawatiran dari THL setelah munculnya wacana sistem outsourcing. Banyak THL yang usianya sudah 52 tahun, dan menuju usia pensiun.

“Gimana nasib kami-kami ?” ujarnya mempertanyakan.

Di akhir, dirinya kembali mengutarakan keinginannya untuk ada perhatian khusus dari pemerintah. Apalagi, dari formasi P3K yang dibuka tahun ini, tenaga teknis porsinya kecil dibanding guru dan nakes. (eki/deden)

Video : https://www.instagram.com/tv/ClBEYYzI8MF/?utm_source=ig_web_copy_link

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Government

KUNINGAN (MASS) – Dibukanya 1.041 formasi P3K (Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja) Kabupaten Kuningan, ternyata masih dikeluhkan honorer. Pasalnya, beberapa formasi yang dibuka ternyata...

Government

KUNINGAN (MASS) – Kabar gembira datang untuk kalian yang bercita-cita untuk mengabdi sebagai pegawai negri atau pegawai pemerintahan. Pasalnya, saat ini Kabupaten Kuningan membuka...

Government

KUNINGAN (MASS) – Seorang istri ASN di salah satu kedinasan Kabupaten Kuningan, DR, dilaporkan ke Polres Kuningan oleh Aisyah, warga Kelurahan Purwawinangun Kuningan. Laporan...

Government

KUNINGAN (MASS) – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Kuningan bakal bertanding dalam Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten (Porpemkab) Kuningan tahun 2022 yang diselenggarakan...

Advertisement