Teman Sekolah Mengenal Egy Sebagai Perempuan Cantik dan Baik Hati

KUNINGAN (Mass) – Kematian Egy Agustiningrum (44) bukan hanya menggegerkan keluarga, kerabat dan tetangga. Tapi, banyak rekan semasa sekolahnya pun yang mengaku kaget. Bahkan di hari ditemukannya Egy meninggal, teman seangkatan waktu di SMP PGRI bermaksud akan menjenguknya. Ini karena pada saat reuni tidak hadir dan pada saat akan mengirim surat undangan ke tempat tinggal … Baca Selengkapnya

Bagaimana Nasib Bocah Terlindas Mobil di SPBU Caracas Cilimus?

KUNINGAN (Mass) – Insiden bocah usia 6 tahun tergilas mobil jenis sedan yang viral di youtube rupanya terjadi di Kuningan. Lokasinya di SPBU Caracas Kecamatan Cilimus. Dari rekaman CCTV yang beredar di kalangan warganet, insiden terjadi Selasa (26/7) lalu pukul 07.48 WIB. Diketahui, bocah tersebut bernama Amanda Fahrunisa (6) yang ibunya bernama Sri Wahyuni. Ia … Baca Selengkapnya

Ditemukan Mayat Perempuan di Sawahwaru

KUNINGAN (Mass) – Setelah ditemukan mayat bayi di sungai Desa Panawuan Kecamatan Cigandamekar, kini muncul kembali kasus penemuan mayat. Warga blok Sawahwaru RT 04 RW 06 Kelurahan/ Kecamatan Kuningan digegerkan dengan penemuan mayat yang sudah membusuk. Mayat tersebut adalah Egy Agustiningrum (44) yang ditemukan di rumahnya di Jalan Puspalubis No 6. Mayat pertama kali ditemukan oleh … Baca Selengkapnya

Satu Hari, Dua Orang Tewas Akibat Kecelakaan

KUNINGAN (Mass) – Kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan pengendara motor meninggal dunia kembali terjadi di wilayah hukum Kuningan. Kali ini kejadian itu menimpa dua pengendara motor di ruas jalan yang berbeda. Insiden pertama terjadi di Jalan Ciawigebang-Cidahu tepatya di Desa Kadurama Minggu (2/7) sekitar jam 9 pagi. Pengendara motor bernama Wulan (23) warga Desa Panyosogan … Baca Selengkapnya

“Saya Pingin Semua Kerusakan Diganti”

KUNINGAN (Mass)- Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di tanjakan Cigugur begitu cepat. Sampai banyak orang yang tidak menyangka sama sekali termasuk para korban. Salah satunya adalah Budi Budiman warga Desa Ciawi Japura Kecamatan Susukan Lebak Kabupaten Cirebon. Mobil Daihatshu Grand Max Nopol A 1067 VK rusak parah bagian depanya. Bukan hanya mobil tapi dua penumpang … Baca Selengkapnya

Penumpang Masih Terlantar

KUNINGAN (Mass)- Malang benar nasih para penumpang bus Hiba Utama yang mengalami kecelakaan diduga rem blong di tanjakan Jalan Cigugur-Sukamulya atau dekat pertigaan jalan menuju ke arah Desa Cisantana Kecamatan Cigugur. Pasalnya, hingga jam 10 malam jemputan bus pengganti belum juga datang. Mereka terpaksa menunggu di Mapolsek Cigugur karena bus pengganti dari perusahaan Hiba Uatma … Baca Selengkapnya

Rem Bus Blong, Dua Mobil, Satu Motor, dan Rumah Rusak Parah

KUNINGAN (Mass)- Kecelakan lalu lintas terjadi di ruas jalan Cigugur tepatnya di tanjakan dekat jalan menuju Desa Cisantana. Kecelakaan beruntun itu melibatkan bus Hiba Utama nopol B 7308 IW, Mitsubishi Kuda, Daihatshu Grand Max, dan motor itu terjadi sekitar jam Sabtu sore sekitar jam 15.15 WIB. Bukan hanya bus, grobak gorengan juga ikut menjadi korban, … Baca Selengkapnya

Astagfirullah, Teganya Bayi Dibuang ke Sungai

KUNINGAN (Mass)- Kesucian hari lebaran di Desa Panawuan Kecamatan Cigandamekar tercoreng dengan ditemukanya janin bayi yang sudah membusuk di anak sungai Cigintung. Penemuan janin tidak berdosa itu ditemukan oleh salah dua  warga setempat  yang tengah mencari burung. Pencari burung yang bernama Budi dan Heru  itu pada jam 14.00  WIB melintas ke anak sungai. Ia mencium … Baca Selengkapnya

Sabtu Masih Berkeliaran, Rabu Ditemukan Sudah Menjadi Mayat

KUNINGAN (Mass)- Suasana ramai usai lebaran di Desa Padarama Kecamatan Ciawigebang mendadak tambah ramai dengan temukannya sesosok mayat tanpa identitas di tengah sawah yang terletak di Blok Sawah Lebak. Mayat  yang diprediksi berusia 50 tahun itu ditemukan sudah membusuk di sawah milik Karsidi Rabu sekitar jam 14.00. Pertama kali mayat ditemukan oleh Wardi yang akan … Baca Selengkapnya

Macet, Kuningan-Cirebon Butuh 4 Jam

KUNINGAN (Mass) – Dalam 2 hari ini jalanan di Kabupaten Kuningan dan Cirebon mengalami kemacetan. Pengendara mobil yang bertolak dari Kuningan terpaksa harus menempuh antara 3 sampai 4 jam agar bisa sampai ke Cirebon.

Pantauan kuninganmass.com Rabu (28/6) kemacetan terjadi sejak pagi sampai siang. Kendati menjelang sore mulai menurun namun padat merayap masih terjadi. Jalan baru Sampora-Panawuan-Japara pun menjadi cukup padat.

“Tadi dari Kuningan ke Cilimus saja 2 jam. Belum ke Cirebon,” ujar Esi (31), warga Kuningan yang tengah di perjalanan menggunakan kendaraan pribadi itu.

Titik kemacetan paling parah terlihat di Cirendang sampai Jalaksana. Mulai mengendor ketika masuk daerah Manis. Namun ketika masuk kawasan wisata di Bandorasa, Sangkanurip, Linggarjati dan Cilimus, volume kendaraan naik kembali.

Kendaraan yang melaju dari Kuningan ternyata tidak bisa masuk ke jalan baru lewat jalan padamenak. Ini karena dikhawatirkan terjadi penumpukan di jalan tersebut dengan padatnya kendaraan yang melaju dari arah Cirebon lewat jalur yang sama.

“Tadi kita gak masuk Padamenak. Karena memang kendaraan dari arah Cirebon sangat padat. Terpaksa kita merayap di jalur utama,” kata Feri, pengenudi Toyota Rush.

Khusus pengendara sepeda motor tidak terlalu lama menempuh waktu untuk bisa sampai tujuan. Mereka bisa menyelinap lewat celah antar mobil atau melaju di jalur kiri. Bahkan sebagian yang tahu medan mereka memilih jalur desa, tidak menggunakan jalur utama Kuningan-Cirebon.

“Dari Kuningan saya masuk Kedungarum, Padarek, lalu ke Cikaso, Nanggerang, Ciniru Jalaksana, dan masuk jalan baru Sampora-Panawuan-Japara. 1 jam juga sampai tujuan,” tutur Asep (28), pengendara Mio.

Aparat lantas sendiri sejak pagi tampak super sibuk mengatur arus lalu lintas. Sistem rekayasa lalu lintas dijalankan agar bisa mengurai kemacetan. Namun saking tingginya volume kendaraan, kemacetan tak bisa dihindari meski mampu dikurangi.

Tingginya volume kendaraan disebabkan banyaknya warga yang ingin menikmati masa liburan lebaran. Tak heran jika sejumlah obyek wisata dipadati banyak pengunjung. Selain itu tidak sedikit pula dari pemudik yang arus balik kembali ke tempat rantaunya. (deden)

Baca Selengkapnya