KUNINGAN (MASS) – Anggota Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik (HPKP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Djazman Al Kindi UM Kuningan, Wisye Wijayanti, mewanti-wanti agar masyarakat bisa lepas dari budaya main hakim sendiri.
Hal itu disampaikannya secara terbuka pasca viralnya insiden Baturiti Kabupaten Tabanan – Bali, dimana seorang pria yang diduga maling ayam, dikeroyok massa hingga tewas, pada Jumat (24/7/2026).
Wisye Wijayanti mulanya menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Ia menilai bahwa peristiwa ini merupakan sinyal merah kekerasan berbasis massa (vigilantism) yang berpotensi merusak tatanan hukum dan kemanusiaan di masyarakat.
Menyikapi persoalan tersebut, ia menyoroti beberapa catatan krusial yang perlu menjadi perhatian bersama:
1. Kemanusiaan dan Hukum Harus di Atas Emosionalisme Massa
Aksi main hakim sendiri yang berujung pada tewasnya terduga pelaku serta pembakaran sepeda motor harus dikecam keras. Ia menekankan bahwa kendati kerugian materiil akibat pencurian mengganggu ketenteraman warga, nilai nyawa manusia jauh melebihi materi apa pun.
“Baik dalam ajaran Islam maupun hukum negara, prinsip keadilan tidak pernah membenarkan penghakiman liar tanpa proses peradilan yang sah (due process of law),” ujarnya, Senin (28/7/2026).
2. Memahami Keresahan Warga, Namun Menolak Kejahatan Baru
Wisye memahami keresahan warga Baturiti yang belakangan ini kerap dirugikan oleh maraknya kasus pencurian ayam aduan. Namun, kemarahan publik tidak boleh dijadikan dalih untuk melahirkan kejahatan baru (extrajudicial killing).
“Aksi main hakim sendiri hanya akan memelihara budaya kekerasan dan melemahkan kepercayaan publik terhadap supremasi hukum,” kata Wisye.
3. Edukasi Kesadaran Hukum dan Penguatan Kamtibmas
“Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, dan pemuda untuk aktif mengedukasi warga tentang pentingnya menahan diri serta menyerahkan setiap terduga pelaku kejahatan kepada pihak berwajib. Indonesia adalah negara hukum, dan asas praduga tak bersalah harus tetap dijunjung tinggi,” tegasnya di akhir. (eki)