BI Sebut Dua Tempat Ini Jadi Lokasi Peredaran Uang Palsu

KUNINGAN (Mass)- Kepala Bank Indonesia  Cabang Cirebon M Abdul Majid Ikram mengingatkan kepada masyarakat terutama pedagang di pasar dan juga petugas SPBU untuk lebih hati-hati. Pasalnya, dua lokasi ini kerap dijadikan tempat untuk mengedarkan uang palsu.

“Biasanya modusnya dicampur dengan uang asli dan uangnya disimpan dilipatan paling tengah. Terkadang dengan situasi banyak konsumen kita tidak sadar,” ucap Majid pada acara  Sosialisasi Ciri Keaslian Uang Rupiah di Aula Resort Sangkan Park Cilimus, Sabtu pagi (25/2/2017).

Bukan hanya siang hari mereka beroperasi lanjut dia,  tapi juga malam hari. Untuk itu tingkatkan kewaspadaan dan tentu kenali ciri-ciri keaslian uang rupiah.

Diterangkan, pada tahun 2015 BI menemukan uang palsu dengan jumlah 15 ribu lembar. Tentu jumlah itu cukup besar sehingga dengan kejadian itu langsung membentuk mitra sistem pembayaran.

Agar tidak menjadi korban diharapkan para pelaku usaha membiasakan transaksi non tunai. Pada saat ini semua perbankan menyediakan layanan EDC.

Pada kesempatan itu, tiga hal yang mendasar untuk mengetahui ciri keaslian uang yakni diterawang, dilihat dan diraba, pihak BI mempraktekan langsung. Cara ini agar peserta sosialisasi lebih paham.

Bukan masalah ciri namun juga mengenai syarat utama uang sobek bisa ditukarkan ke bank.  Pihak BI dengan rinci menerangkan hal itu. Bahkan mereka juga menyiapkan beberapa pertanyaan seputar uang sebok tersebut.

Untuk menarik minat peserta mereka diiming-imingi hadiah. Cara ini cukup ampuh sehingga acara sosialisasi berjalan lancar dan  peserta menjadi paham.

Sementara itu, angota DPR RI H Amin Santono yang menggagas acara ini mengaku, sengaja melakukan hal karena ini sangat penting bagi warga. Total ada 200 orang yang hadir dari mulai pelaku usaha, UPK, praktisi perbankan, kaur keuangan dan banyak lagi.

“Kegiatan ini sangat penting karena peredaan uang palsu di masyarakat semakin merajalela. Dengan kita mengetahui ciri keaslian uang rupiah maka tidak akan menjadi korban,” ucap Amin.

Pada kesempatan tersebut tampak hadir Asda I Setda Kuningan Maman Hermansyah yang mewakili bupati. Lalu, hadir Anggota DPRD Jabar Hj Yoyoh Rukiyah.

Acara berlangsung menarik dan seru. Moderator yakni Yosa Octora Santono mampu menjalankan tuigas dengan baik sehingga acara sosialisasi berjalan sukes.(agus)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com