Bupati Pergi, HMI Batal Aksi

KUNINGAN (MASS) – Rencana aksi jilid II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan yang akan digelar siang ini, Senin (27/4/2026) resmi ditunda. Penundaan itu terjadi seiring dengan ketidakhadiran Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, yang tengah menjalankan tugas dinas di Jakarta.

Bupati diketahui menghadiri rapat koordinasi bersama Kementerian Pertanian di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan. Ketidakhadiran tersebut membuat aksi yang sedianya digelar di kawasan Kuningan Islamic Center (KIC) batal dilaksanakan untuk sementara waktu.

Aksi yang direncanakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kuningan itu sebelumnya akan menyoroti sejumlah isu penting, di antaranya tuntutan ganti rugi (TGR) serta persoalan dana Taspen yang hingga kini dinilai belum mendapat penjelasan dari pimpinan daerah.

Ketua Umum HMI Cabang Kuningan, Muhamad Naufal Haris, menyampaikan pihaknya akan menjadwalkan ulang agenda aksi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan setelah bupati kembali dari Jakarta.

Meski aksi ditunda, Naufal menegaskan HMI tetap berkomitmen mengawal isu dugaan penyalahgunaan dana, khususnya terkait TGR di Dinas Pendidikan serta dana Taspen, hingga ada penjelasan resmi yang transparan dan akuntabel.

Ia juga menekankan penundaan aksi tidak disebabkan oleh tekanan atau intimidasi dari pihak manapun. Keputusan tersebut sambung Naufal, merupakan bentuk penghormatan terhadap komunikasi resmi dari pemerintah daerah.

“Ini bukan karena tekanan. Kami menghargai surat dari bupati yang meminta audiensi dijadwalkan ulang agar bisa berdialog langsung,” ujarnya.

Naufal menyebut, audiensi langsung dengan kepala daerah menjadi langkah strategis agar tuntutan yang disampaikan tidak hanya didengar, tetapi juga dapat ditindaklanjuti secara konkret.

“Kami ingin ada kejelasan. Audiensi menjadi ruang penting agar tuntutan ini tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti secara konkret,” pungkasnya. (didin)