KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 673 santri kelas XII Pondok Pesantren Husnul Khotimah resmi diwisuda dan dilepas sebagai alumni dalam kegiatan Haflah At-Takhorruj Tahun Pelajaran 2025-2026 yang berlangsung khidmat, Sabtu (6/6/2026).
Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti prosesi pelepasan para santri yang telah menyelesaikan masa pendidikan dan pembinaan di pesantren setelah menempuh perjalanan panjang penuh perjuangan dan pengorbanan.
Mudir Ma’had HK 1, Kiai Mulyadin, Lc MH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh lulusan yang berhasil menuntaskan pendidikan dengan kesungguhan dan ketekunan.
“Hari ini adalah bukti bahwa setiap kesungguhan tidak pernah mengkhianati hasil. Hari ketika air mata perjuangan bertemu dengan senyum kebahagiaan,” ujarnya di hadapan para santri, orang tua, dan tamu undangan.
Menurutnya, keberhasilan para santri bukanlah hasil yang diperoleh secara instan. Berbagai tantangan telah dilalui, mulai dari menghafal Al-Qur’an di tengah kelelahan, melawan kejenuhan, hingga menjaga semangat belajar saat orang lain beristirahat.
Kepada para lulusan, ia berpesan agar hafalan Al-Qur’an tidak hanya menjadi prestasi yang tersimpan dalam piagam penghargaan, tetapi terus dijaga melalui murajaah dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan biarkan hafalan hanya menjadi kenangan yang tersimpan dalam piagam penghargaan. Jagalah Al-Qur’an sebagaimana Al-Qur’an telah menjaga kalian,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, pihak pesantren juga menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasih kepada seluruh orang tua santri atas kepercayaan yang telah diberikan selama proses pendidikan berlangsung.
Kiai Mulyadin menegaskan keberhasilan para lulusan tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan dukungan orang tua yang senantiasa menyertai perjalanan pendidikan putra-putri mereka.
“Jika hari ini ada orang yang paling layak menerima ucapan terima kasih, maka mereka adalah ayah dan ibu kalian. Keberhasilan hari ini bukan hanya hasil kerja keras kalian, tetapi juga hasil dari air mata dan doa yang mereka panjatkan,” tuturnya.
Haflah At-Takhorruj tahun ini juga menjadi momentum penyampaian berbagai capaian akademik dan kepesantrenan santri kelas XII.
Pesantren mencatat seluruh santri atau 100 persen lulusan berhasil menuntaskan target minimal hafalan Al-Qur’an lima juz serta hafalan Hadits Arba’in An-Nawawiyah.
Dari total 673 lulusan:
- 449 santri memiliki hafalan antara 6-20 juz.
- 7 santri memiliki hafalan 20-29 juz.
- 93 santri berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an.
- 6 santri berhasil menasmikan 30 juz dalam satu kali duduk.
- 10 santri memperoleh sanad riwayat Imam Hafsh dan Imam Syu’bah dari Imam ‘Ashim.
Di bidang akademik, Husnul Khotimah juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen melalui penilaian komprehensif yang mencakup aspek akademik, tahfiz, dan akhlak.
Tak hanya itu, capaian penerimaan perguruan tinggi para lulusan juga menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan.
Dari 673 lulusan, tercatat:
- 63 santri diterima melalui jalur SNBP.
- 222 santri diterima melalui jalur SNBT.
- 14 santri diterima di politeknik dan sekolah kedinasan.
- 6 santri diterima di perguruan tinggi keagamaan negeri.
- 23 santri diterima di perguruan tinggi swasta favorit.
- 53 santri diterima melalui jalur mandiri dan jalur lainnya.
- 51 santri melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya ke Mesir.
Pihak pesantren mengungkapkan data tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi terus bertambah seiring berlangsungnya proses seleksi di berbagai perguruan tinggi.
Kepada para santri yang masih berjuang meraih kampus impian, Kiai Mulyadin memberikan motivasi agar tetap optimistis dan tidak mudah menyerah.
“Tidak semua kesuksesan datang pada waktu yang sama. Kadang Allah menunda sesuatu bukan karena menolak, tetapi karena sedang menyiapkan yang lebih baik,” katanya.
Kiai Mulyadin juga mengingatkan para lulusan agar senantiasa menjaga nilai-nilai pesantren, menghormati guru, mencintai Al-Qur’an, serta menjadikan dakwah sebagai bagian dari perjalanan hidup mereka.
“Apa pun profesi yang akan kalian pilih, baik menjadi insinyur, pengusaha, ulama maupun profesi lainnya, jadikan dakwah sebagai jalan hidup kalian. Kalian adalah kehormatan pesantren dan wajah Islam yang akan dilihat masyarakat,” tegasnya.
Haflah At-Takhorruj Tahun 2026 menjadi penanda berakhirnya masa belajar para santri di Pondok Pesantren Husnul Khotimah sekaligus awal pengabdian mereka di tengah masyarakat sebagai generasi Qur’ani yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan umat.
“Perpisahan ini bukan akhir dari sebuah kisah, melainkan awal menuju kehidupan yang luar biasa,” pungkasnya.
Daftar Santri Putra Hafidz 30 Juz Al-Qur’an:
- Mukhlis Kamil
- Muhammad Azmi Aisyi
- Izzat Karimi Ramadhan
- Fauzan Azka Ramadhan
- Abyan Saiffathan Mubina
- Yusuf Fakhri Alfarisi
- Rafa Muda Caesar
- Fathi Fadhlurrahman
- Musyafa Ariq Muhammad
- Muhammad Thauri
- Ahmad Syaikhul Mujadid
- Husen Jundana Harahap
- Fadel Khairi Helmi
- Zaid Refati Al Mahfudzi
- Khoiroz Zaadit Taqwa M
- Muhammad Alkhawarizmi Al-Firdaus
- Salman Khulayfi
- Muhammad Sultan Hade Putrawan
- Zian Akya Zelvian
- Muhammad Qossam Amrul Haq
- Muhammad Fauzan Hidayatullah
- Muhammad Refa Muyassar
- Muhammad Fathin Mujahid
- Rifqi Aunur Rahman
- Muhammad Ridwan Fadlurrahman
- Hanif Mustafa Alfarisi
- Azka Abdullah Sidiq
- Muhammad Iqbal Al Aqsho
- Aqila Hamidzan Rahman
- Muhammad Azzam
- Muhammad Najib
- M. Rafi Muyassar
- Yasir Ats Tsabit
- Lingga Mulya Warman
- Fawwaz Khoirul Azzam
- Irsyad Akhlasa Taqy
- Jazmi Adwa Asy Syamil
- Rifqi Mohamad Althaaf Al Buchori
- Hanif Faishal Abdillah
- Nawaf Amzar Al-Risyad
- Kayyis Mahmud
- Akmal Nurseha
- Hilal Abdurrahman
Daftar Santri Putri Hafidz 30 Juz Al-Qur’an:
- Saniyyah Imtiyaaz
- Farisa Sabila Yassaroh
- Ishfahani Nailul Mufarrahah
- Haniya Nailatul Izzah
- Nafisa Aulia Rosyidin
- Najma Haniya
- Naila Amani Salsabila
- Syifa Qathrunnada Salsabila
- Fairuz Salimah
- Zulfa Rihadatul ‘Aisy
- Jihan Salsabila Ramadhani
- Refah Syakirah Azzuhrah
- Naura Shofwah Firdausiyya
- Nailah Huwaida Mumtaz
- Jihan Naufazka Zaekhan
- Nimas Qissya Abhiesa Al Maulida
- Farhah Nida’ul Mujahidah
- Ghina Labiba Shofi
- Farras Rumaisya
- Muharmadina Kamila
- Humaira Nur Afifah Salsabila
- Fatimah Asma Karimah
- Dinda Laila Putri Gunawan
- Mariya Fathin Hameedatuzzahra
- Najla Aulia
- Lathifah As Suri
- Maryam Ummu Musfiroh
- Farah Maliha Amany
- Zahsy Madina Rizki
- Hilwa Fathiya Salam
- Mezzaluna Putri Wijaya
- Syita Arrahma
- Elha Almaghfiroh
- Alifah Dzatil Izzah
- Iqna Sa’adatin Nisa
- Rifka Nayla Syafiqoh
- Jauharah Hilyata Azkia
- Annisa Rahma Agilah
- Saina Haura Ghaisani
- Khansa Belva Nahilah
- Renayya Naura Fayza
- Mufida Sholihatun Nisa
- Shazia Kamila
- Riham Hafiyya
- Sotiyyah Sa’diyyah Rakha Linah
- Qonita Naila Syahada
- Radityarahmah Cahya Meilia
- Dhiya Aufa Rahman
- Hanan
- Sherly Citra Nur Amelia
(didin)