KUNINGAN (MASS) – PKK Desa Libggamekar Kecamatan Cilimus baru sana menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dirangkaikan dengan sosialisasi kesehatan di Aula Desa Linggamekar, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan ini diikuti kader PKK dari tiga dusun, yakni Dusun Cantilan, Dusun Sawahrangru, dan Dusun Cisabuk, serta melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 6 Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan.
Rakor menjadi wadah sinergi antara Pemerintah Desa Linggamekar, tenaga kesehatan, kader PKK, dan mahasiswa KKN dalam memperkuat upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi dan pendampingan.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Bidan Yani dan perawat Ita Juwita dari UPTD Puskesmas Linggarjati. Mereka memaparkan pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, Program Keluarga Berencana (KB), serta Perawatan Jangka Panjang (PJP) bagi lanjut usia.
Bidan Yani menjelaskan pemberian ASI eksklusif merupakan langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara itu, Program KB terus didorong sebagai upaya mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera melalui perencanaan kehamilan yang baik.
Dalam kesempatan itu, tenaga kesehatan juga memaparkan kondisi kesehatan masyarakat Desa Linggamekar. Berdasarkan data UPTD Puskesmas Linggarjati, saat ini terdapat 15 ibu hamil dan enam kasus stunting yang menjadi perhatian bersama.
Data ini menjadi dasar bagi pemerintah desa, kader kesehatan, dan mahasiswa KKN untuk menyusun langkah edukasi serta pendampingan yang lebih terarah selama pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
Selain isu kesehatan ibu dan anak, sosialisasi juga menitikberatkan pada Program Perawatan Jangka Panjang (PJP) bagi lansia. Program ini ditujukan untuk lanjut usia yang mengalami keterbatasan fisik maupun mental sehingga membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan.
Perawatan dalam program PJP tidak hanya mencakup layanan medis, seperti pengelolaan penyakit kronis, terapi fisik, dan pemberian obat, tetapi juga bantuan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari mandi, makan, berpakaian, hingga penggunaan transportasi dan pengelolaan keuangan.
Anggota KKN Unisa, Mila Silvia, mengatakan kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat desa.
“Kegiatan rakor ini membahas ASI eksklusif, Program KB, kondisi kesehatan masyarakat desa. Informasi seperti jumlah ibu hamil yang mencapai 15 orang dan adanya enam kasus stunting menjadi perhatian kami untuk mendukung program kesehatan selama KKN,” ujarnya.
Mila juga mengapresiasi rakor tersebut karena memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendampingan terhadap lansia yang memiliki keterbatasan fisik maupun mental agar tetap memperoleh perawatan yang layak.
Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh akan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat selama menjalankan program KKN. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Desa Linggamekar, kader kesehatan, dan UPTD Puskesmas Linggarjati, mahasiswa berharap dapat mendukung implementasi Program Perawatan Jangka Panjang melalui penyuluhan, pendampingan keluarga, serta berbagai kegiatan edukasi kesehatan. (didin)