Bukan Hanya Luragung, Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang 5 Kecamatan, BPBD Imbau Warga Waspadai Musim Pancaroba

KUNINGAN(MASS) – Cuaca ekstrem hujan deras, angin kencang, hingga sambaran petir ternyata tidak hanya terjadi di Kecamatan Luragung, tapi menerjang lima kecamatan di Kabupaten Kuningan. Bencana alam ini berdampak pada pemukiman dan fasilitas umum pada Senin (2/11/2026) lalu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan melakukan penanganan darurat serta pendataan kerusakan di lapangan sejak sore hingga tengah malam. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, membeberkan sapuan angin kencang berdampak pada beberapa desa di lima kecamatan, meliputi Kecamatan Luragung, Cidahu, Ciwaru, Cilimus (Desa Bojong), dan Cimahi.

Di Kecamatan Luragung tercatat ada lima desa yang terdampak, sedangkan di Kecamatan Cidahu dan Ciwaru masing-masing berdampak pada dua desa. Sementara di Kecamatan Cimahi, petir menyambar bangunan rumah hingga memicu kebakaran.

“Data yang kami miliki bahwa angin kencang ini menimpa beberapa desa yang tersebar di lima kecamatan. Di Luragung ada lima desa terdampak, kemudian di Cidahu ada dua desa, di Ciwaru sama, serta di Desa Bojong Cilimus dan Cimahi,” tuturnya saat ditemui di SMPN 1 Luragung, Kecamatan Luragung,  Selasa (3/11/2026).

Mengenai insiden di Kecamatan Cimahi, Indra memastikan kobaran api akibat sambaran petir telah berhasil dipadamkan dengan cepat oleh petugas dan warga. Meski demikian, insiden tersebut sempat menyebabkan pemilik rumah mengalami luka-luka dan saat ini tengah mendapatkan perawatan medis secara intensif.

“Cimahi itu lebih tepatnya karena tersambar petir yang akhirnya menyebabkan kebakaran, tapi alhamdulillah bisa langsung cepat selesai. Ada sedikit menimbulkan cedera untuk pemiliknya dan saat ini dalam perawatan,” tambahnya.

Indra menegaskan sesuai dengan arahan langsung dari Bupati, seluruh korban terdampak khususnya yang rumahnya mengalami rusak berat wajib segera mendapatkan penanganan dan bantuan tanggap darurat.

Petugas BPBD hingga kini masih disiagakan di lapangan untuk membersihkan material sisa pohon tumbang yang menimpa pagar dan fasilitas umum, seperti yang terjadi di depan Puskesmas Luragung.

“Khususnya langkah sesuai dengan arahan Pak Bupati ini harus segera mendapatkan suatu penanganan yang segera terutama diutamakan yang rusak berat. Penanganannya apabila mungkin dalam bentuk material bahan bangunan atau bentuk lainnya sesuai situasi dan kondisi,” paparnya.

Ia juga menjelaskan fenomena angin kencang, hujan deras, hingga hujan es merupakan karakteristik cuaca ekstrem yang sering terjadi pada masa transisi atau fase pancaroba akibat perubahan suhu dan tekanan udara yang drastis di atmosfer.

“Kejadian angin kencang ini kemungkinan besar terjadi pada fase pancaroba. Intinya sesuai dengan peringatan dini BMKG, potensi hujan itulah yang harus diantisipasi agar warga masyarakat setidaknya ada aware dan waspada,” pungkasnya. (raqib)