Mata Hilang, Kaki dan Perut Dioperasi, Kakek 78 Tahun Ini Tetap Bekerja

CIGUGUR (MASS) – Kaum muda Kuningan nampaknya perlu belajar dari Aki Kastam. Meski usianya sudah 78 tahun, kakek yang tinggal di Desa Sukamulya Kecamatan Cigugur ini beretos kerja tinggi. Hilangnya satu mata sebelah kiri, sobeknya kaki kanan bahkan gangguan usus tak menjadikan dirinya patah arang menjalani kehidupan.

Aki Kastam ini memiliki 5 anak dan 6 cucu. Sehari-hari dia bekerja sebagai pemasok batu split yang mangkal di Jalan Sukamulya-Bayuning. Padahal, kakek-kakek seumurannya itu tidak seharusnya bekerja melainkan waktunya istirahat dan tinggal anak-anaknya yang membalas budi.

Penghasilan tidak seberapa, dan musibah berat seringkali melanda Aki Kastam. Mata kirinya meletus ketika sedang memecahkan batu di gunung mayasih. Pancirannya tiba-tiba lepas dan melayang ke mata kirinya. Alhasil, Ia dibawa ke RS Gunungjati Cirebon untuk di operasi, kurang lebih satu Minggu.

Namun hal itu tidak pernah ia hiraukan. Meskipun mata kanannya saat ini mengalami kendala yakni penglihatan menjadi buram, karena kejadian tersebut. Kakek ini bukannya kapok malah dia tetap bekerja.

“Bagi saya selaku orangtua harus terus memberikan contoh untuk anak-anak saya. Meskipun saya tahu hidup saya tidak akan lama lagi, namun dari pada saya berbaring di rumah mending mencari kegiatan,” tutur Kastam kepada kuninganmass com, Senin (5/2/2018).

Ia juga menceritakan, ketika memanjat pohon jambu pernah jatuh dan kaki kanan menyangkut di dahan pohon jambu. Akibatnya, kaki robek dan bagian dalam mengalami luka yang cukup lebar. Kecelakaan yang menimpa Aki Kastam membuat dirinya harus menjalani operasi kembali.

“Memang musibah siapa yang tahu, manusia sebagai ciptaan Tuhan hanya disuruh berdo’a dan berikhtiar. Namun terkadang sebagian manusia banyak yang mengeluh dan berputus asa akan menjalani kehidupan ini, bahkan tidak heran terjadinya kasus bunuh diri yang beraneka macam,” ujarnya.

Pada tahun 2017 kemarin, Aki Kastam lagi-lagi dioperasi. Operasinya itu dikarenakan tidak bisa membuang air besar. Penyebabnya gara-gara mengangkat beban terlalu berat.

“Iya mungkin karena saya mengangkat batu yang besar-besar. Tapi hal itu saya lakukan biar cepat selesai. Jadi mun hayang perah kudu perih, kembang kudu budahan sina jadi buah,” pesannya. (argi)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com