Ada Covid-19, Travel Panen

KUNINGAN (MASS) – Kebijakan yang menekan mobilitas warga untuk mencegah penyebaran covid-19 memang banyak menghambat aktivitas ekonomi warga. Banyak profesi yang terdampak buruk dari wabah tersebut.

Meski begitu, tidak semua profesi ternyata terdampak buruk. Salah satu yang tidak terdampak buruk adalah profesi jasa transportasi travel.

Seperti yang dialami supir yang biasa antar jemput penumpang dari Kuningan Selatan ke Jabotabek yakni  Inayah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Otoy. Karena tidak ada angkutan umum regular dari daeah Kuningan selatan yang terhubung dengan terminal, jasa travel ini menjadi primadona.

Dijelaskannya, akibat covid-19 ini, setiap keberangkatannya selalu penuh seperti moment lebaran. “Sebulan ini malah banyak angkutan, sampai beberapa penumpang terpaksa di cancel karena udah penuh,” ujarnya pada kuninganmass.com Senin (30/3/2020) pagi.

Satu angkutan sendiri memang terbilang sedikit jika dibandingkan jasa angkutan umum lainnya. Hanya 10 orang saja dengan barang bawaan penumpang.

Dirinya mengaku biasanya berangkat 2 kali dalam seminggu dengan harga seperti biasa Rp150 hingga Rp200 ribu rupiah. “Biasanya Minggu sama Rabu, dan sekarang ini jalan kosong banget,” terangnya.

Meski menguntungkan dan banyak angkutan, dirinya tidak berharap akan berkepanjangan. Melihat hal yang terjadi belakangan ini, dirinya berharap satu bulan ini bisa kembali normal. Jasa angkuat travel di daerah memang terbiasa seperti itu.

Penumpang biasanya dijemput dari rumah dan langsung diturunkan ke tempat tujuan tanpa bertukar kendaraan. Hal tersebut tentu memudahkan para penumpang meski waktu perjalanan bisa bertambah lama karena tujuanya tidak satu titik.

“Tapi kita diperiksa kok, disemprot juga, karena kan pos-posnya 24 jam. Tadi aja kita datang jam 2, kita disemprot dulu di check point kecamatan Subang,” terangnya. (eki)