KUNINGAN (MASS) — Perjalanan pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang membangun karakter, mengembangkan potensi, dan menyiapkan masa depan. Prinsip itulah yang tercermin dalam perjalanan Neysa Ameera Syahla, siswi kelas XI MA Unggulan Bina Insan Mulia Cirebon yang memiliki sederet pengalaman dan prestasi di bidang akademik, keagamaan, kepramukaan, seni, dan jurnalistik.
Neysa mengawali perjalanan pendidikannya di PAUD At-Tafsiriyyah, kemudian melanjutkan ke RA Al-Islah dan SDN Gunungparang, Kota Sukabumi. Pada 2022, ia melanjutkan pendidikan ke MTsN 5 Kuningan hingga lulus pada 2025. Saat ini, Neysa menempuh pendidikan di MA Unggulan Bertaraf Internasional Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon.
Sejak jenjang pendidikan usia dini hingga madrasah tsanawiyah, Neysa konsisten meraih juara kelas dan juara umum. Namun, pencapaiannya tidak terbatas pada bidang akademik. Ia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan yang mengasah kreativitas, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta pemahaman keagamaan.
Aktif Berdakwah dan Berprestasi di MTsN 5 Kuningan
Selama menempuh pendidikan di MTsN 5 Kuningan, Neysa menunjukkan ketertarikan pada berbagai bidang pengembangan diri. Dalam bidang dakwah, ia meraih Juara I Lomba Ceramah Kategori Kelas IX pada Kompetisi Seni dan Dakwah MTsN 5 Kuningan tahun 2024. Ia juga meraih Juara I lomba pidato di SMK-IT Pelita Subana, Darma, Kuningan.
Selain itu, Neysa mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) beregu tingkat Kabupaten Kuningan tahun 2024 serta Musabaqoh Puisi Islami tingkat Provinsi Jawa Barat di IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada tahun yang sama.
Pramuka Garuda dan Pengalaman Kepemimpinan
Bidang kepramukaan menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pendidikan Neysa. Saat bersekolah di MTsN 5 Kuningan, ia aktif sebagai pengurus Pramuka dan berhasil mencapai predikat Pramuka Garuda Golongan Penggalang Kabupaten Kuningan.
Ia juga mengikuti Scout Competition of MAN 2 Kuningan ke-XIII dan Scout Tourism Competition tingkat Provinsi Jawa Barat pada 2024, serta mengikuti Jambore Pramuka Muslim Dunia (World Muslim Scout Jamboree) di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur Jakarta, pada 2025 yang diikuti oleh perwakilan dari 16 negara sahabat.
Pengalaman organisasi Neysa juga cukup beragam. Pada periode 2023–2024, ia terpilih sebagai Sekretaris OSIS MTsN 5 Kuningan, menjadi koordinator bidang bimbingan Pramuka, serta menjadi pengurus Ikatan Pelajar Masjid At-Tarbiyah (IPMA). Ia juga aktif sebagai Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA), bahkan Ia juga dipercaya menjadi Ketua Pengurus Jurnalistik Jejak Pena MTsN 5 Kuningan.
Keterlibatannya dalam organisasi menjadi ruang belajar untuk mengembangkan tanggung jawab, kerja sama, kedisiplinan, dan kepemimpinan. Pengalaman tersebut juga mempertemukannya dengan dunia literasi dan jurnalistik.
Menekuni Jurnalistik dan Dunia Literasi
Ketertarikan Neysa terhadap dunia tulis-menulis berkembang selama menempuh pendidikan di MTsN 5 Kuningan. Ia mengikuti Workshop Jurnalistik Muda pada 2024 dan menjadi penulis kontributor berita sekolah di situs resmi Kementerian Agama Kabupaten Kuningan.
Pada tahun yang sama, Neysa turut menjadi penulis dalam buku kumpulan puisi dan pantun berjudul Menemukan Cahaya di Langit Malam. Ia juga meraih penghargaan Penampilan Literasi Terbaik dalam kegiatan literasi mingguan MTsN 5 Kuningan.
Mendalami Al-Qur’an di Bina Insan Mulia
Setelah lulus dari MTsN 5 Kuningan, Neysa melanjutkan pendidikan ke MA Unggulan Bina Insan Mulia Cirebon pada 2025. Di lingkungan pesantren ini, ia melanjutkan pengembangan diri melalui pendidikan formal, organisasi, kegiatan kepramukaan, serta pendalaman ilmu agama.
Salah satu pencapaian pentingnya adalah menyelesaikan Program Tahsin Qur’an BIMAQU pada 2025 dengan predikat Jayyid Jiddan. Pada 2026, Neysa juga menyelesaikan Program Tahfidz Al-Qur’an bil ghaib 30 juz dengan predikat Mumtaz.
Di samping itu, ia sedang mengikuti program Amtsilati untuk memperdalam kemampuan membaca kitab kuning. Ia juga dipercaya menjadi pengurus Organisasi Siswa Intra Pesantren (OSIP) dan koordinator bidang Pramuka di Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon.
Memperluas Wawasan hingga ke Luar Negeri
Pengalaman belajar Neysa juga semakin luas melalui kegiatan home stay ke Singapura dan Malaysia selama beberapa hari. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan baginya untuk mengenal lingkungan dan pengalaman lintas negara di luar keseharian sekolah dan pesantren.
Pada 2026, Neysa kembali menorehkan prestasi melalui Juara I Karya Rupa Praktik Pengayaan Lapangan Pramuka MA Unggulan Bertaraf Internasional Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon dan meraih juara dalam lomba LKBB Ksatria Muda se-Pulau Jawa di Indramayu. Ia juga mengikuti kompetisi sains Ruangguru bidang ekonomi.
Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari prosesnya dalam memperluas wawasan, mengasah kreativitas, dan mengembangkan kemampuan diri di tengah aktivitas pendidikan.
Menyimpan Cita-Cita Menjadi Arsitek
Di balik berbagai pengalaman dan prestasi yang diraih, Neysa memiliki cita-cita menjadi seorang arsitek. Ketertarikannya terhadap seni, khususnya menggambar dan mewarnai sejak usia dini, menjadi salah satu pengalaman yang turut menumbuhkan minatnya pada bidang kreatif.
“Perjalanan pendidikan merupakan proses panjang untuk membangun fondasi masa depan.,” kata Neysa.
Kemampuan akademik, kreativitas, kedisiplinan, serta karakter yang terus dikembangkan, akan menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pengalaman berorganisasi, berkarya, berdakwah, mengembangkan kemampuan jurnalistik, berlatih dalam kepramukaan, dan mendalami Al-Qur’an juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan diri.
Dari bangku madrasah hingga lingkungan pesantren, Neysa terus menjalani proses belajar dan mengembangkan potensinya. Dibalik jalur pendidikan yang kini ia tempuh, Neysa punya cita-cita yang tersimpan di hatinya, menjadi arsitek. Karenanya, ia kini bertekad untuk menjadikan ilmu, kreativitas, dan karakter sebagai fondasi untuk meraih masa depan serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. (eki)
