Waroeng Rakyat dan IKA IPMK-YK Gelar Ciremai Smart Competition, Peserta Terjaring 380 orang

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 380 peserta yang merupakan siswa-siswi dari 76 sekolah SMP/MTs se-Kabupaten Kuningan terjaring menjadi peserta Lomba Cerdas Cermat Ciremai Smart Competition yang digelar Forum Diskusi Waroeng Rakyat berkolaborasi dengan IKA IPMK-YK.

Ratusan peserta lomba cerdas cermat tersebut, mengikuti pembukaan kegiatan babak penyisihan lomba yang digelar pada Rabu (4/11/2026) pagi, di SMK Pertiwi Kuningan. Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani SH MKn, serta para panelis, mulai dari Dr. Udin Khaerudin, M.Pd Kasi GTK Disdikbud Kuningan,  Anda Juanda, M Pd dan Siti Nurjanah, M.Si Pengawas Madya SMP Disdikbud Kuningan.

Ketua panitia kegiatan, Reza Amrullah, di dampingi salah satu senior IPMK-YK, Abdi Agunk, yang terus stand by di lokasi kegiatan, menjelaskan lagi bahwa Ciremai Smart Competition 2026 merupakan Lomba Cerdas Cermat yang dikhususkan untuk siswa penerima PIP jenjang SMP/MTs negeri maupun swasta. 

“CSC 2026 menjadi ruang unjuk prestasi bagi siswa penerima PIP, menjadi saluran bagi siswa PIP untuk meraih kesempatan yang lebih baik,” ucapnya.

Hal serupa juga ditegaskan jubir yang mewakili Waroeng Rakyat dalam sambutan pembukaan, Deden Rijalul Umam. Ia mengatakan, bahwa pelaksanaan CSC bekerjasama dengan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). 

“Sehingga sertifikat pemenang nanti akan menjadi bekal siswa untuk mendaftar ke sekolah Favorit menuju jenjang lanjutan,” ucapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga berterima atas support dari Bidang Pendidikan SMP (Disdikbud Kuningan), dan Seksi Pendidikan Madrasah (Kemenag Kab. Kuningan) yang turut mensosialisasi CSC 2026 ke sekolah-sekolah. Pihaknya juga berterima kasih kepada SMK Pertiwi atas ketersediaan menjadi tuan rumah penyelenggaraan babak penyisihan CSC di SMK Pertiwi Kuningan.

Pujian Wabup dan “Kado Tambahan” dari SMK Pertiwi

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, mengapresiasi kegiatan tersebut. Dengan kompetisi ini, kata Wabup, para pelajar penerima PIP -yang notabene berasal dari desil rendah-, punya kesempatan yang sama untuk berprestasi. Ia yakin, karena seluruh proses yang dilalui kegiatan berlangsung ketat.

“Insya allah dengan kompetisi ini mereka akan lebih semangat (untuk mengejar prestasi),” kata Wabup, sembari berharap agar kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan untuk tahun-tahun berikutnya.

Sementara, Kepala SMK Pertiwi Dea Ariana Vamitrianto, SE., M Si, juga mengapresiasi kegiatan. Bahkan, Dea bilang bahwa kegiatan kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan memang tidak berdiri sendiri, seluruh stakeholder harus terlibat, mulai dari masyarakat pemda hingga institusi pendidikan.

Selain memuji kegiatan, Dea juga memberi karpet merah untuk anak berprestasi, termasuk yang mendapat sertifikat prestasi dalam kegiatan ini, untuk diajukan mendapat program beasiswa di SMK Pertiwi Kuningan.

“Kami membuka program beasiswa 20% bagi yang tidak mampu, yatim dan berprestasi untuk mendapatkan keringanan biaya di sekolah kami. Salah satunya sertifikat disini (kegiatan LCC ini) boleh dilampirkan,” kata Dea.

“(Kado tambahan ya pak dari sekolah tuan rumah?) Rewardnya gitulah biar anak-anak semangat, kan butuh trigger berprestasi harus ada rewardnya, ada karpet merah untuk anak-anak berprestasi,” imbuh Dea sembari bilang, karpet merah itu tidak hanya ditujukkan untuk siswa berprestasi akademik saja, tapi bidang olahraga atau eskul lainnya. (eki)