KUNINGAN (MASS) – Namanya memang cukup “seram”, Gentayangan. Tapi organisasi masyarakat yang satu ini justru aktif menggelar kegiatan sosial untuk masyarakat sejak bertahun-tahun belakangan. Kegiatan yang digelar mulai dari santunan, bakti sosial, memberi bantuan bahkan sampai bersih-bersih makam.
Hal itulah yang konsisten ditunjukkan Gentayangan (Gerakan Transparansi Rakyat Kuningan). Keseluruhan agenda kegiatan sosial itu dilakukan Gentayangan sebagai bentuk kepedulian baik terhadap sesama, maupun kepedulian lingkungan. Gentayangan, wadah berkumpul tapu juga jadi sarana membangun kedekatan dengan warga.
Hal itulah yang ditegaskan Ketua Umum Gentayangan, Feby Adidalas, didampingi Ketua Harian Yudi Rukmana, baru-baru ini. Ia menegaskan, selama ini seluruh kegiatan dijalankan tanpa mengandalkan bantuan dari pemerintah, kegiatan digalang secara mandiri, internal.
“Sejak 2022, kami tidak pernah vakum. Kami terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan. Kami juga tidak pernah meminta sumbangan kepada Pemda karena seluruh kegiatan dibiayai dari dana internal organisasi,” kata Feby, Senin (26/10/2026), di Nasi Kasreng Bareto, Jl Ir Soekarno Hatta.
Feby menegaskan, Gentayangan Kuningan terus berupaya terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat, dan memberi manfaat melalui program-program sosial yang digelar secara konsisten.
Sebagai organisasi, Gentayangan tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial. Pada tahun 2022 hingga tahun 2024 lalu, digelar jalan santai sebagai agenda tahunan, meski pada tahun 2025 kemarin tidak sempat dilaksanakan.
Dan tahun 2025 ini, Gentayangan kembali mencanangkan agenda yang melibatkan banyak warga, salah satunya tarik tambang. Meskipun, diakui Feby, agenda tersebut masih dalam penggodokkan karena pertimbangan keamanan peserta.
“Kami ingin kegiatan yang digelar benar-benar membawa manfaat dan mempererat hubungan dengan masyarakat. Untuk tarik tambang, masih kami pertimbangkan karena faktor keamanan harus menjadi perhatian utama. Kemungkinan pelaksanaannya diundur ke akhir tahun dengan agenda yang berbeda,” kata Feby.
Meski agenda tahunan mengalami penyesuaian, Gentayangan justru rutin menjalankan bakti sosial serta kegiatan bersih-bersih makam. Program bersih-bersih makam telah dimulai sejak 2022. Feby menegaskan, menyentuh masyarakat tidak selalu harus dalam kegiatan besar, hal yang kadang seolah kecil lah terkadang luput dari perhatian.
Selain menerangkan soal agenda kegiatan, Feby juga bilang bahwa saat ini anggota Gentayangan mencapai belasan ribu orang. Sebagian anggotanya juga terlibat aktif dalam organisasi kemasyarakatan (ormas) lain.
Menurutnya, jaringan anggota yang luas tersebut menjadi salah satu modal untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian sosial. Meski demikian, kegiatan organisasi tetap diarahkan pada tujuan bersama, yakni membantu masyarakat dan memperjuangkan kepentingan warga.
Untuk diketahui, Gentayangan berawal dari inisiatif warga di Blok Kabumen, Jalan Adipati Ewangga, Kabupaten Kuningan. Meski dulu dianggap “seram” sesuai namanya, organisasi nonstruktural yang telah lama hadir di Kuningan itu terus melakukan regenerasi dengan melibatkan generasi penerus dari kalangan keluarga pendiri maupun para senior organisasi.
“Gentayangan ini berangkat dari panggilan hati. Kami membebaskan anggota menentukan pilihan politik masing-masing. Yang terpenting, semangat untuk membantu masyarakat dan mendorong kepentingan warga tetap menjadi tujuan bersama,” tegas Feby. (eki)
