Kendati Belum Capai Target, Bupati Tegaskan Neraca APBD Kuningan Lebih Baik, Alasan Pembangunan Lift dan Taman Tetap Dilakukan

KUNINGAN(MASS) – Pemda Kabupaten Kuningan pastikan sejumlah pembangunan infrastruktur tetap berjalan meski kondisi fiskal daerah tengah menghadapi tekanan. Di antaranya pembangunan lift dan penataan taman yang telah memiliki pos anggaran.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengatakan efisiensi anggaran tidak serta-merta menghentikan program pembangunan yang telah direncanakan. Selama anggarannya tersedia, program tersebut tetap akan dilaksanakan sesuai kebutuhan dan ketentuan.

Hal tersebut disampaikan Dian saat ditemui di Gedung Pemda Kuningan, Senin (10/8/2026). Ia menyebut pembangunan lift dan taman menjadi bagian dari program infrastruktur yang tetap dapat dilaksanakan.

“(Jadi bisa untuk membangun beberapa program infrastruktur tadi, untuk lift dan taman?) Iya Walaupun memang saya mendapat kabar juga dari provinsi juga kita berkurang lagi 11 miliar dari pusat juga DBH juga berkurang,” ujar Dian.

Dian mengakui pendapatan daerah hingga saat ini memang belum mencapai target yang telah ditetapkan. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak berarti kinerja pendapatan daerah lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya.

“Bukan di bawah standar, masih belum mencapai target. Tapi kalau dibandingkan tahun sebelumnya kita sudah bagus,” tegasnya.

Menurut Dian, salah satu faktor yang membuat realisasi pendapatan belum maksimal adalah waktu pelaksanaan sejumlah kegiatan pembangunan. Beberapa aktivitas yang berpotensi meningkatkan pendapatan biasanya baru berjalan pada Agustus hingga September.

Ia mencontohkan penyewaan alat-alat berat yang biasanya meningkat ketika proyek infrastruktur mulai berjalan. Karena itu, Dian masih optimistis realisasi pendapatan daerah akan terus mengalami peningkatan hingga akhir tahun.

“Saya kira saya optimis kok. Dibanding tahun kemarin, produksinya seperti itu. Target pendapatan daerah kita sudah cukup bagus,” katanya.

Menurutnya, tekanan fiskal tersebut tidak hanya dirasakan Kabupaten Kuningan, tetapi juga menjadi persoalan yang dihadapi banyak daerah di Indonesia. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus lebih cermat dalam mengatur keuangan dan menentukan prioritas pembangunan.

“Luar biasa nih tekanan fiskal kita dan tidak hanya di Kuningan tapi seluruh Indonesia,” pungkasnya. (raqib)