Gali Potensi Sektor Pertanian, Mahasiswa KKN Temui Kelompok Tani, Dengar Curhatan Kendala Musim Kemarau dan Minimnya Alat Pertanian Modern

KUNINGAN (MASS) – Pengadian di Desa Subang Kecamatan Subang, mahasiswa KKN UM Kuningan terus melakukan penggalian potensi pertannian. Salah satu caranya dengan menyambangi kelompok tani Karya Guna II di Dusun Puhun, yang mana mayoritas masyarakatnya memang menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian, khususnya budidaya tanaman padi.

Eyo Sutaryo selaku petani sekaligus narasumber dalam kegiatan wawancara yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), menuturkan  kendala utama yang dihadapi para petani adalah keterbatasan pasokan air irigasi.

Pada musim hujan, petani umumnya mampu melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun. Namun, akibat musim kemarau yang sedang berlangsung, ketersediaan air semakin berkurang sehingga intensitas panen menurun menjadi dua kali dalam setahun.

“Pada musim hujan kami biasanya dapat panen hingga tiga kali dalam setahun. Namun saat musim kemarau, air irigasi berkurang sehingga panen hanya dapat dilakukan dua kali,” ungkap Eyo Sutaryo.

Ia juga menjelaskan bahwa faktor cuaca memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap produktivitas pertanian. Mengeringnya aliran air menuju area persawahan menyebabkan kebutuhan air tanaman padi tidak terpenuhi secara optimal, sehingga berdampak pada menurunnya hasil panen yang diperoleh para petani.

Selain itu, Eyo juga bilang bahwa para petani kepada pemerintah, khususnya dalam penyediaan peralatan pertanian modern. Hingga saat ini, sebagian besar proses pengolahan lahan masih dilakukan secara manual yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

Perwakilan mahasiswa KKN, Tia, menyampaikan hasil wawancara pihaknya dengan kelompok Tani. Para mahasiswa juga mendorong betul harapan petani, agar ada perhatian lebih terhadap sektor pertanian, khususnya penyediaan air irigasi dan sarana pertanian modern, dapat terus ditingkatkan sehingga kesejahteraan petani di Dusun Puhun semakin baik.

“Dengan adanya bantuan alat pertanian modern, diharapkan pekerjaan petani menjadi lebih efisien, mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia, serta mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Dusun Puhun,” ujarnya. (eki)