Minta Maaf, PT Alzamzami Beber Kendala Pemberangkatan Jemaah Umroh, Kini Siapkan Pemberangkatan Ulang

KUNINGAN (MASS) – PT Al Zamzami Tour and Travel legowo meminta maaf secara terbuka dan mengakui adanya kelalaian yang membuat puluhan jemaah umroh dari Kuningan, sempat tertahan di Bandara Soekarno – Hatta, baru-baru ini.

Melalui Kuasa Hukum Sarip Hidayat SH didampingi Desy Indriasih, pihak travel memberikan klarifikasi kepada wartawan, pasca pertemuan terakhir dengan pihak jemaah, Senin (3/8/2026) kemarin.

“Pertama yang harus kita pahami, bahwa dari PT Al Zamzami itu telah terjadi kelalaian. Tetapi kami dari PT Al zamzami bersiap bertanggung jawab,” ujarnya, menjamin bahwa pihak travel tidak akan lepas tanggung jawab.

Pihak travel kemudian menjelaskan penyebab gagal bertolaknya para jemaah umrah ke tanah suci, padahal sudah ada dalam jadwal. Menurutnya, seluruh dokumen administrasi mulai dari paspor, tiket, hingga visa jemaah sebenarnya sudah selesai dan siap di malam tersebut.

Namun, saat pengecekan visa, pihaknya mengalami kendala teknis dari konter Saudi yang ada di Bandara. Sehingga menyebabkan jemaah menjadi gagal berangkat.

“Sebenarnya sudah jelas semua, tiket dan visa itu sudah selesai administrasinya. Cuma kemarin dapat penjelasan dari Pak Direktur Haji Faisal, ini tuh ada kesalahan teknis di konter Saudi. Kan padahal beda selisih pemberangkatan visa dan tiket itu cuma 40 menit, tapi konter Saudia sudah tidak mau membuka lagi,” tuturnya.

Karena hal itu, sebenarnya pihaknya juga tengah memikirkan opsi untuk meminta pertanggungjawaban konter, namun tentunya opsi itu akan dipertimbangkan setelah semua pertanggungjawaban ke jemaah selesai.

Selain itu, travel juga membantah menelantarkan jemaah di Bandara Soekarno-Hatta. Pasalnya, saat ada kendala keberangkatan, pihaknya sudah mengarahkan ke hotel, namun sebagian jemaah memilih keukeuh di Bandara.

Travel juga mengaku menyediakan konsumsi di hari berikutnya sebelum adanya kepastian. Dan karena jadwal pemberangkatan masih belum pasti, keesokannya, travel menyediakan fasilitas transportasi bagi para jemaah yang hendak kembali ke Kuningan.

Setidaknya ada sekitar 58 jemaah yang pulang ke Kuningan sedangkan 37 jemaah memutuskan untuk tetap berada di Jakarta dengan biaya sendiri sambil menunggu pemberangkatan.

“Semua jemaah diarahkan ke hotel. Kita menyediakan fasilitas untuk tinggal di hotel satu malam itu, dan besoknya sebelum pulang kita menyediakan makan siang. Yang 37 jemaah masih di Jakarta karena itu keinginan mereka sendiri dan biaya sendiri,” tutur Sarip.

Soal komitmen pemberangkatan umroh, Sarip memastikan bahwa jemaah tetap akan diberangkatkan. Hal itu sudah jadi kesepakatan bersama para jemaah, termasuk pada pertemuan terakhir kemarin.

Tiket yang sebelumnya hangus akan jadi tanggung jawab pihak travel. Jemaah akan dijadwalkan ulang dan akhirnya mencapai kesepakatan berangkat di 7 Agustus 2026 mendatang. Awalnya, perjanjian tanggal 5 Agustus, namun tidak ada pemberangkatan (jadwak terbang) yang memungkinkan menampung seluruh jemaah.

“Kalau lihat di jadwal keberangkatan tuh tanggal 3, 7, 9, sama 10. Di tanggal 3 hanya ada 10 pax, kita tawarkan ke jemaah tapi tidak ada jawaban karena bingung kalau cuma 10 orang yang berangkat. Nah, kalau tanggal 7 ada 100 pax, ada kalau mau berangkat semua di tanggal 7 Agustus,” tutur Sarip.

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena ini kesalahan sistem yang tidak di luar kendali. Kaget baru kali ini yang kejadian system error seperti itu. Dan intinya semua jemaah pasti akan diberangkatkan. Kami dari pihak PT Al Zamzami siap bertanggung jawab memberangkatkan 95 orang yang akan melaksanakan ibadah umrah,” imbuhnya di akhir. (eki)