Dihuni Disabilitas, Rumah Warga Cikupa Ambruk, Kuwu Meli Galang Bantuan

KUNINGAN (MASS) – Musibah memang tidak ada yang tahu. Bangunan yang semula jadi tempat pulang, tiba-tiba atapnya ambruk. Itulah yang terjadi pada keluarga Rayunah, warga RT 3 RW 1 Blok Desa Desa Cikupa Kecamatan Darma.

Pada Minggu (19/72026) pukul 17.00 sore lalu, rumah yang salah satu penghuninya disabilitas itu, atapnya ambruk setelah diterpa angin kencang.

Bukan ujug-ujug sebetulnya atap rumah Rayunah ambruk. Kondisinya sudah cukup lama memprihatinkan. Kayu atapnya sudah lapuk, namun tak segera diperbaiki.

Bukan tidak mau, kondisi keuangan keluarga Rayunah memaksa “keinginan” renovasi rumah harus dikubur. Ada kebutuhan lain yang sama-sama merongrong, dan lebih mendesak.

Dan begitulah akhirnya. Rumah yang selama ini melindungi keluarga Rayunah dari hujan dan panas, tak bisa lagi digunakan untuk berteduh karena atapnya ambruk.

Atas kondisi itu, Pemdes Cikupa Kecamatan Darma tak berdiam diri saja. Bantuan tenaga untuk evakuasi ke rumah tetangga, hingga material bambu serta beberapa balok kayu, sudah disalurkan.

Namun kebutuhan renovasi Rayunah tak berhenti disitu. Butuh material dan materi yang lebih banyak. Karena serba keterbatasan, Kuwu Cikupa, Meli Pemilia, memilih terbuka untuk menerima bantuan dari pihak luar.

“Saat ini sudah kami bantu untuk evakuasinya ke rumah tetangga. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Ada 4 warga selamat, dan salah satu penghuni disabilitas,” kata Kuwu, Jumat (24/7/2026).

“Saya berharap yang punya kelebihan rezeki bisa berbagi untuk ibu Rayunah untuk memperbaikii rumah ambruk. Bisa melalui Pemdes, ke Balai desa langsung,” imbuhnya lagi.

Kuwu juga mendoakan Rayunah sekeluarga diberikan rezeki berlimpah dan kesehatan sehingga rumahnya bisa segera diperbaiki. Ia berharap betul, siapapun yang memiliki harta berlebih, bisa bahu membahu untuk saling membantu. (eki)