Tumbuhkan Kecintaan Sastra, Karya Puisi Legendaris Masa Lampau Dipentaskan di Graha Wangi

KUNINGAN(MASS) – Pementasan Apresiasi Puisi digelar di Gedung Graha Wangi Kuningan Rabu (15/7/2026). Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Uniku sebagai upaya menumbuhkan kecintaan terhadap karya sastra di kalangan generasi muda.

Salah satu mahasiswa penyelenggara, Nurul Haenie, menegaskan beragam penampilan seni tersebut merupakan aksi nyata para mahasiswa dalam mencintai karya sastra Indonesia. Pementasan dikemas secara menarik dengan menampilkan berbagai format seni pertunjukan di atas panggung.

“Alhamdulillah kami mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, Universitas Kuningan telah menggelar sukses melaksanakan Apresiasi Puisi di gedung graha wangi,” tuturnya kepada kuninganmass.com.

Puisi-puisi yang dibawakan disajikan dalam bentuk dramatisasi puisi, monolog, musikalisasi puisi, hingga deklamasi. Dalam pementasan ini, panitia sengaja memilih dan menampilkan deretan puisi legendaris karya sastrawan terdahulu.

“Puisi yang dipentaskan dalam bentuk dramatisasi puisi, Monolog, Musikalisasi Puisi, maupun deklamasi, menjadi aksi nyata mereka dalam mencintai karya sastra Indonesia,” tambahnya.

Ia menyebutkan kegiatan Apresiasi Puisi kali ini diikuti oleh sebanyak 69 mahasiswa aktif sebagai pengisi acara. Seluruh peserta terlibat langsung untuk mengajak anak-anak muda generasi sekarang agar tetap menjaga dan melestarikan karya sastra puisi.

“Diikuti oleh 69 mahasiswa, apresiasi puisi kali ini bertujuan untuk mengajak anak-anak muda untuk menjaga dan melestarikan karya sastra puisi,” paparnya.

Meskipun karya-karya tersebut ditulis di masa lalu, maknanya dinilai masih sangat relevan dengan kondisi kehidupan zaman sekarang. Keberhasilan pementasan ini sekaligus menjadi bukti otentik puisi bukan sekadar rangkaian kata biasa.

“Menampilkan puisi-puisi terdahulu yang masih relevan dengan kondisi sekarang, menjadi bukti jika puisi adalah salah satu karya sastra yang sarat makna dan rasa,” pungkasnya. (raqib)