KUNINGAN(MASS) – Menghadapi dinamika kehidupan yang kian berat, tidak sedikit masyarakat awam yang kerap merasakan gelisah dan cemas tanpa sebab yang pasti. Fenomena gangguan ketenangan jiwa ini memantik perhatian mahasiswa STIS HK, M. Shofwul Widad A, menurutnya kedekatan kepada Allah mnenjadi kuncinya.
Shofwul membagikan solusi sederhana namun mendalam bagi siapa saja yang tengah dirundung keresahan hidup. Ia menjelaskan perasaan gelisah, cemas, dan pikiran berat merupakan hal yang sangat wajar dialami oleh setiap manusia. Tekanan tersebut bisa bersumber dari urusan ekonomi, pekerjaan, keluarga, hingga ketidakpastian masa depan.
“Gelisah itu hal yang wajar bagi setiap orang. Ada yang gelisah karena masalah, pekerjaan, pendidikan, ekonomi, keluarga, atau bahkan karena masa depan yang belum pasti,” tuturnya kepada kuninganmass.com Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, banyak orang keliru mencari pelarian dengan mencari hiburan duniawi atau sekadar menyibukkan diri. Padahal, bagi seorang muslim, kunci utama untuk mengurai rasa gelisah tersebut adalah dengan kembali mengingat Allah SWT.
“Namun, sebagai seorang muslim, setiap kali kita merasa gelisah dan resah, Maka ingatlah Allah SWT,” paparnya.
Ia menyebut dalil Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d ayat 28 yang menegaskan hanya dengan berzikir atau mengingat Allah, hati manusia bisa menjadi tenteram. Ayat ini menjadi bukti ketenangan sejati tidak diukur dari banyaknya harta atau tingginya jabatan.
“Ayat ini mengajarkan bahwa ketenangan hati tidak selalu berasal dari banyaknya harta, jabatan, atau keberhasilan yang di miliki seseorang, Ketenangan sejati berasal dari hati yang selalu mengingat Allah SWT,” tandasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan perintah berzikir yang tertuang dalam Surah Al-Ahzab ayat 41 sejatinya bukan karena Allah membutuhkan pujian dari manusia. Sebaliknya, perintah tersebut merupakan bentuk kasih sayang Allah yang tahu manusia kerap memikul beban hidup yang berat.
“Allah SWT Maha Kaya dan tidak membutuhkan apa pun dari makhluk-Nya, justru karena Allah tahu, ada banyak beban hidup yang membuat manusia merasa resah dan gelisah, maka Allah memerintah kita untuk berzikir (mengingatnya), agar hati kita menjadi tenang dan tentram,” paparnya.
Keutamaan lain dari gemar berzikir adalah adanya timbal balik spiritual yang luar biasa. Merujuk pada Surah Al-Baqarah ayat 152, Allah berjanji akan senantiasa mengingat dan memperhatikan hamba-Nya yang juga rajin mengingat diri-Nya.
“Keutamaan zikir bukan hanya membuat hati menjadi tenang. Orang yang sering mengingat Allah juga akan mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari-Nya,” tambahnya.
Oleh karena itu, Shofwul mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membiasakan diri mengingat Allah, baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Dengan zikir yang konsisten, hati diyakini akan jauh lebih tenang, pikiran menjadi jernih, dan langkah hidup terasa lebih ringan.
“Dengan mengingat Allah, membuat hati kita akan menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan langkah hidup terasa lebih ringan. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa mengingat Allah, Dan semoga Allah mengingat, menjaga, dan memberikan ketenangan dalam setiap perjalanan hidup kita,” pungkasnya. (raqib)