Ngaku Diserang Pentolan LSM, P3K Lapor Polisi, Golkar Langsung Pasang Badan

KUNINGAN (MASS) – Seorang pegawai pemerintah berstatus P3K di Kantor Kecamatan Ciniru, Otong, melaporkan oknum aktivis yang juga pentolan salah satu LSM, UJ, ke Polres Kuningan, Selasa (7/7/2026).

Otong, melaporkan UJ, karena mengaku diserang saat di kantornya di Kecamatan Ciniru. Ia mengaku diserang tanpa sebab oleh UJ dan satu rekannya, meski kemudian segera dimediasi Camat, Babinsa dan Babinkamtibmas setempat.

Pasca penyerangan, Otong melakukan visum dan segera melapor ke Polres Kuningan. Otong datang ke kantor Golkar Kuningan, dan didampingi langsung pengurus partai saat memberi keterangan ke awak media.

“Awalnya saya waktu itu sedang di ruangan, sedang duduk, kemudin Kasubbag Umum memberi tahu kalo UJ mencari (saya),” kata Otong, menceritakan.

Ia menyebut, pentolan ormas itu datang dengan teriak-teriak, dan saat bertemu malah mendorongnya. Saat itulah terjadi ribut-ribut hingga akhirnya dipisahkan.

“Saya sebagai pegawai merasa tidak nyaman, merasa terusik terganggu tidak ada sebab, apalagi dia ngaku aktivis,” kata Otong.

Meski tidak membantah kenal yang bersangkutan, Otong mengaku sebelumnya tidak ada masalah dan tidak pernah berkegiatan bersama dengan UJ, pentolan LSM yang menyerangnya tersebut.

UJ sendiri, kala dikonfirmasi, belum menerangkan secara lengkap karena percakapan via telpon. Namun ia mengatakan, soal ribut-ribut itu, sebenarnya sudah ditengahi koramil.

Sementara, sembari mendampingi Otong, Ketua Harian DPD Partai Golkar Kuningan, H Yudi Budiana juga mengutuk keras apa yang dilakukan pentolan LSM tersebur. Yudi mengaku, saran visum itu muncul darinya untuk alat bukti pelaporan ke pihak berwajib.

“Mengutuk keras kepada tindakan Ketua LSM, UJ, karena melakukan penyerangan terhadap Otong, apalagi di tempat kerja, di lingkungan pemerintah. Sudah selayaknya juga Camat turut melaporkan,” ucapnya.

Selain mengutuk keras tindakan penyerangan, politisi senior Golkar itu juga meminta penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan Otong. Yudi menegaskan pihaknya juga akan mengawal, mendampingi korban.

Selain soal ketidakpantasan menyerang pegawai pemerintah di tempat kerja, ia juga menyebut ironi, UJ, pentolan LSM yang kerap menyuarakan kritik ke pemrintah, ternyata bar-bar dan tidak introspeksi diri.

“Kasus (hukum) akan berlanjut,” tegas Yudi, meski kemudian menyerahkan hal tersebut ke korban penyerangan.

Karena muncul keheranan kenapa Golkar pasang badan untuk pegawai pemerintah, Yudi bilang Otong bukan kader partai, tapi bagian keluarga besar Golkar. Karena itu, sebagai instusi, pihaknya berjanji mengawal sampai tuntas.

Dalam kesempatan yang sama, Yudi juga sekalian ditanya soal hal lain, yakni dugaan pelanggaran etik kadernya di legislatif. Yudi memilih no komen. (eki)