KUNINGAN(MASS) – Langkah mulus tim kebanggaan masyarakat “Kota Kuda”, Pesik Kuningan sedikit ternoda di laga pamungkas. Ambisi skuad asuhan DFian Okta untuk menyapu bersih seluruh kemenangan di babak penyisihan Grup A Liga 4 Piala Presiden kandas.
Menjalani pertandingan terakhirnya di fase grup, Pesik Kuningan dipaksa menyerah oleh ketangguhan Villa 2000 B. Laga sengit yang berlangsung di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, pada Jumat (5/6/2026).
Sejak peluit pertama dibunyikan, Pesik Kuningan tampak kewalahan menghadapi skema permainan agresif yang diterapkan oleh Villa 2000 B. Akibat tekanan yang bertubi-tubi sejak menit awal, gawang Pesik akhirnya kebobolan dan membuat mereka tertinggal dengan skor 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tim pelatih Pesik Kuningan langsung mengubah strategi untuk mengejar ketertinggalan. Upaya tersebut sempat membuahkan hasil manis ketika pemain Pesik sukses menjebol gawang lawan dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tidak bertahan lama, Villa 2000 B Kembali cetak gol dan bertahan hingga laga usai dengan skor 2-1.
Menanggapi hasil minor tersebut, Manajer Pesik Kuningan, Nono Sujono menyebutkan tim kepelatihan memang sengaja merombak susunan pemain inti dalam laga tersebut. Ia menegaskan hal itu murni bagian dari strategi jangka panjang dan bukan berarti Pesik sengaja mengalah kepada lawan.
“Memang kemarin pelatih merotasi pemain tapi bukan berarti kita mengalah, pemain cadangan juga perlu jam terbang untuk pengalaman mereka,” tuturnya saat diwawancarai Kuninganmass.com Sabtu (6/6/2026).
Langkah berani ini diambil karena ke depan Pesik Kuningan membutuhkan seluruh kesiapan pemain untuk mengarungi babak 32 besar yang dipastikan bakal jauh lebih berat.
“Pelatih memberikan kesempatan pada mereka. Karena kedepan untuk mengarungi 32 besar dan selanjutnya butuh pemain cadangan yang siap,” pungkasnya. (raqib)