KUNINGAN (MASS) – Gejolak ekonomi global makin terasa hingga ke daerah menyusul melemahnya nilai tukar mata uang rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat pagi (5/6/2026) telah tembus angka Rp18.037,00 per 1 dolar AS.
Lonjakan dolar ini memicu kekhawatiran dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk para pelaku investasi. Kondisi ini dinilai menjadi lampu merah bagi ketahanan ekonomi dan daya beli masyarakat di tingkat bawah. Salah satu anak muda asal Kuningan yang aktif berinvestasi di pasar saham, Agung Adiyatna mengingatkan masyarakat untuk mulai bersiap menghadapi potensi krisis.
“Udah sampai di 18 ribu lebih sekarang, selamatkan diri masing-masing,” ujar Agung kepada kuninganmass.com Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan dampak nyata dari pelemahan kurs ini sudah mulai menjalar ke sektor riil di tengah masyarakat. Salah satu yang paling terasa saat ini adalah lonjakan harga pada berbagai komoditas atau barang-barang impor yang sudah mengalami inflasi cukup lumayan.
“Kan kita masih banyak impor, bahan baku pupuk, minyak mentah dan banyak lainnya, itu harga barang impor udah inflasi lumayan,” paparnya.
Lebih lanjut, ia juga memprediksi situasi sosial dan politik bisa ikut memanas apabila pemerintah tidak segera mengambil langkah penyelamatan yang efektif. Agung menyebut ada kekacauan kisruh di berbagai daerah.
“Demo besar-besaran kemungkinan terjadi kalau 1 dolar sampai menyentuh angka 20 ribu rupiah,” pungkasnya. (raqib)