KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan melalui penguatan sinergi kelembagaan petani serta percepatan inovasi teknologi pertanian.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pembukaan Hari Krida Pertanian (HKP) Ke-54 Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Selasa (2/6/2026) kemarin.
Mengusung tema “Sinergisitas Kelompok KTNA dalam Akselerasi Inovasi Teknologi Pertanian dan Penggerak Swadaya Pangan”, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian dalam menghadapi tantangan pembangunan pangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan lahan pertanian, hingga regenerasi petani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan bahwa Hari Krida Pertanian bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat peran strategis pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan dan penggerak ekonomi daerah.
“Di balik setiap butir beras yang sampai ke meja makan masyarakat terdapat kerja keras petani, penyuluh, dan seluruh insan pertanian. Karena itu, Hari Krida Pertanian menjadi penghormatan atas dedikasi mereka sekaligus pengingat bahwa sektor pertanian memiliki peran sangat penting bagi keberlangsungan bangsa,” ujarnya.
Menurut Wahyu, sektor pertanian saat ini tidak lagi dapat dipandang sebagai sektor tradisional, melainkan sektor strategis yang menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, pembangunan pertanian harus terus didorong melalui penerapan inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.
“Pertanian bukan sektor masa lalu, tetapi sektor masa depan. Ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, hingga kemandirian bangsa sangat ditentukan oleh kekuatan sektor pertanian. Karena itu, inovasi dan kolaborasi harus menjadi budaya baru dalam pembangunan pertanian,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Wahyu juga mebgapresiasi keberadaan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Kata Wahyu, KTNA memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat adopsi teknologi dan penguatan gerakan swadaya pangan di tingkat akar rumput.
“KTNA harus menjadi motor penggerak perubahan, pusat pembelajaran, wadah berbagi pengalaman, sekaligus jembatan percepatan inovasi di lapangan. Ketahanan pangan yang kuat tidak lahir dari kerja sendiri-sendiri, tetapi dari kolaborasi yang kokoh antara pemerintah, petani, penyuluh, dunia usaha, dan masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai bentuk penguatan komitmen bersama, pembukaan HKP Ke-54 juga dirangkaikan dengan penandatanganan Pakta Kebersamaan antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan dengan KTNA Kabupaten Kuningan. Kesepakatan tersebut menjadi landasan kolaborasi dalam memperkuat kelembagaan petani, mendorong inovasi pertanian, serta mempercepat gerakan swadaya pangan di daerah.
Lebih lanjut, Wahyu menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan petani, tumbuhnya petani muda, serta semakin kuatnya kelembagaan pertanian di pedesaan.
“Kita tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman. Kita membutuhkan petani yang adaptif terhadap teknologi, penyuluh yang mampu menjadi agen perubahan, dan generasi muda yang bangga menjadi petani modern. Itulah fondasi pertanian yang tangguh dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dalam konteks pembangunan daerah, sektor pertanian menjadi salah satu pilar utama untuk mendukung terwujudnya visi Kabupaten Kuningan MELESAT (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh) sekaligus berkontribusi terhadap agenda nasional penguatan ketahanan pangan dan swasembada pangan.
“Pertanian harus menjadi penggerak ekonomi daerah, pencipta lapangan kerja, sekaligus benteng ketahanan pangan masyarakat. Ketika petani sejahtera, maka daerah akan kuat dan pembangunan akan berjalan lebih berkelanjutan,” tambahnya.
Rangkaian Hari Krida Pertanian (HKP) Ke-54 Tingkat Kabupaten Kuningan akan mencapai puncaknya pada 9–10 Juni 2026 di Lapangan Sepak Bola Desa Gunungkeling, Kecamatan Cigugur. Berbagai kegiatan edukatif, kompetitif, dan inspiratif akan digelar untuk melibatkan petani, penyuluh, pelaku usaha pertanian, serta masyarakat luas.
Sejumlah agenda yang telah disiapkan antara lain Lomba Video Tanam Tanah Pekarangan Jaga Tingkat Inflasi (Tatapakanjati), Lomba Asah Terampil Kelompok Tani, Pameran Pertanian, Lomba Kreasi Tumpeng, Gerakan Pangan Murah (GPM) serta pentas seni yang menampilkan kreativitas dan potensi masyarakat pedesaan.
Selain menjadi ajang apresiasi bagi insan pertanian, kegiatan tersebut juga menjadi ruang edukasi, promosi inovasi, serta penguatan semangat kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Melalui momentum HKP Ke-54, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap semakin tumbuh kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sektor pertanian sebagai penopang ekonomi dan ketahanan pangan. Masyarakat umum pun diundang untuk hadir dan meramaikan seluruh rangkaian kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan pertanian dan kesejahteraan petani.
HKP Ke-54 Kabupaten Kuningan, ujar Wahyu, diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pertanian yang maju, modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Kuningan optimistis mampu terus memperkuat posisinya sebagai daerah penyangga pangan sekaligus berkontribusi nyata terhadap terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan nasional,” ujarnya optimis. (eki)