STISHK Kuningan Lepas Peserta KPM 2026, Siap Berkontribusi Menjawab Persoalan Masyarakat di Kecamatan Kalimanggis

KUNINGAN (MASS) – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah (STISHK) Kuningan secara resmi melepas peserta Kuliah Pengabdian Mahasiswa (KPM) Tahun 2026. Acara tersebut digelar di Aula STISHK Kuningan pada Senin (3/8/2026). Mengusung tema “Dari Mahasiswa untuk Masyarakat: Desa Bertakwa, Berdaya, dan Sejahtera”, kegiatan ini menjadi awal pengabdian mahasiswa yang akan berlangsung selama satu bulan, mulai 3 hingga 31 Agustus 2026.

Sebanyak 38 mahasiswa akan melaksanakan KPM di enam desa yang berada di wilayah Kecamatan Kalimanggis, yaitu Desa Kalimanggis Wetan, Kalimanggis Kulon, Kertawana, Cipancur, Partawangunan, dan Wanasaraya. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah desa dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Acara pelepasan dihadiri oleh seluruh peserta KPM, Dosen Pendamping Lapangan (DPL), jajaran pimpinan STISHK Kuningan, serta pengurus Yayasan Husnul Khotimah Kuningan. Hadir pula Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, KH. Mu’tamad, Lc., M.Pd.I., Al-Hafidz, didampingi Ketua I Yayasan, H. Maman Kurman, S.H., dan Sekretaris Yayasan, H. Asep Saputra. Pemerintah Kabupaten Kuningan turut hadir melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Elon Carlan, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Wakil Bupati Kuningan sekaligus melakukan pelepasan peserta KPM secara simbolis.

Dalam sambutannya, Ketua STISHK Kuningan, Dr. Mualim, S.Pd.I., M.A., memberikan motivasi kepada seluruh mahasiswa agar menjadikan KPM sebagai sarana belajar langsung di tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa Kecamatan Kalimanggis merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk persoalan kemiskinan ekstrem. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi melalui program-program pengabdian yang aplikatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Elon Carlan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan permohonan maaf dari Wakil Bupati Kuningan yang belum dapat hadir secara langsung. Dalam sambutannya, ia mendorong mahasiswa untuk melakukan observasi secara mendalam terhadap kondisi masyarakat, membangun komunikasi yang baik, serta mampu berbaur dengan adat dan budaya setempat agar program pengabdian yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, KH. Mu’tamad, Lc., M.Pd., Al-Hafidz, menyampaikan taujih kepada para peserta KPM. Dalam pesannya, Mu’tamad mengutip hadis Rasulullah saw. yang mengajarkan empat amalan utama, yaitu menyebarkan salam, memberi makan kepada sesama, menyambung tali silaturahmi, serta melaksanakan salat malam ketika manusia sedang terlelap. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal spiritual mahasiswa selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.

Prosesi pelepasan peserta KPM ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan mahasiswa, Ikhwan Nabawi, oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan. Penyematan tersebut menjadi simbol dimulainya pelaksanaan Kuliah Pengabdian Mahasiswa STISHK Kuningan Tahun 2026.

Melalui kegiatan KPM ini, STISHK Kuningan kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan keilmuan syariah, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, mampu memberdayakan masyarakat, serta menjadi agen perubahan dalam mewujudkan desa yang bertakwa, berdaya, dan sejahtera. (deden/AB)